Namun, di balik kisah cinta antara koki modern dan raja Joseon yang tampan, tersimpan sebuah fakta sejarah yang mengejutkan.
Artikel majalah berita mingguan Amerika, TIME, baru-baru ini menyoroti bagaimana drama Bon Appetit Your Majesty berani mengubah seorang tiran paling brutal dalam sejarah Korea, Raja Yeonsangun, menjadi protagonis romantis.
Raja Yeonsangun dikenal karena kekejamannya yang tiada tandingan,
Raja Yeonsangun membunuh orang-orang yang terlibat dalam kematian ibunya, menindas pers dan pendidikan, menutup sekolah menjadi tempat hiburan, menculik ratusan wanita sebagai gisaeng, dan bahkan melarang aksara Korea.
Perjalanannya berakhir tragis, digulingkan dari takhta dan meninggal di pengasingan.
TIME memuji keputusan drama untuk mengubah nama tokoh utama menjadi Yi Heon sebagai "keputusan cerdas" yang memisahkan karakter fiksi dari fakta sejarah yang mengerikan.
Drama ini tidak bertujuan menjadi drama sejarah otentik, melainkan "romansa eskapis yang menggunakan latar sejarah sebagai panggung fantasi."
Meskipun beberapa elemen gelap dari sejarah nyata, seperti penculikan wanita, tetap dipertahankan, esensi ceritanya adalah romansa.
Keberhasilan "Bon Appetit Your Majesty" adalah bukti kekuatan romansa tragis yang digarap dengan baik.
Drama ini secara inovatif menafsirkan ulang sejarah, mengubah tokoh jahat menjadi sosok yang memikat, dan menemukan keseimbangan sempurna antara fakta sejarah dan fantasi modern.
Editor : Siti Aeny Maryam