Acil Bimbo meninggal di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung setelah berjuang melawan penyakit kanker paru-paru.
Kabar duka ini pertama kali dibagikan oleh sang cucu, aktris Adhisty Zara, melalui media sosial.
Selain dikenal sebagai personel grup musik legendaris Bimbo, Acil juga aktif dalam dunia kebudayaan dan sosial, serta pernah menjajal dunia akting.
Kepergian Acil Bimbo menjadi duka mendalam bagi keluarga, penggemar, dan dunia musik Indonesia, khusunya para pencipta grup Bimbo.
Menurut keterangan pihak keluarga, Acil Bimbo menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 22.13 WIB.
Berikut kronologi dan detik-detik menjelang meninggalnya Acil Bimbo, berdasarkan informasi keluarga yang dihimpun dari media sosial.
Manajer Bimbo, Daud Hardjakusumah, yang juga merupakan keponakannya, mengungkapkan Acil Bimbo sudah menjalani perawatan intensif selama satu bulan terakhir.
Kondisi Acil Bimbo mulai menurun drastis sejak dua minggu sebelum meninggal.
"Beliau sering bolak-balik rumah sakit selama tiga bulan terakhir," ungkap Daud.
Acil Bimbo berjuang melawan penyakit kanker paru-paru, bahkan sempat mengalami patah tulang serius akibat terjatuh di teras rumahnya beberapa waktu sebelumnya. Dan pada akhirnya, Senin 1 September 2025 jam 22.13 WIB Acil Bimbo tak mampu bertahan lagi dan menghembuskan nafas terakhirnya.
Kabar kepergian Acil Bimbo pertama kali disampaikan oleh cucunya, aktris Adhisty Zara, melalui unggahan di media sosial Instagramnya.
Dalam unggahannya, Zara membagikan foto Acil Bimbo dengan keterangan, "Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Darmawan Kusumawardhana Hardjakusumah pada hari Senin 1 September 2025 jam 22.13 WIB."
Namun yang paling mengharukan adalah ketika ibunda Adhisty Zara (yang tak lain putri kandung Acil Bimbo) yang mengunggah foto saat ia menggenggam tangan Acil Bimbo yang terpasang alat pengukur saturasi oksigen.
Dalam unggahan tersebut, ibunda Adhisty Zara menuliskan pesan haru, "Sudah enggak sakit ya Pa.."
Kini jenazah Acil Bimbo disemayamkan di rumah duka di Jalan Biologi No. 4, Cigadung, Bandung, Jawa Barat.
Editor : Siti Aeny Maryam