LombokPost - Film Stephen King The Long Walk siap menghantui layar lebar pada 10 September 2025.
Adaptasi dari novel klasik karya Stephen King ini menghadirkan premis ekstrem: jalan kaki bisa berujung kematian.
Kisahnya mengikuti Raymond Garraty (Cooper Hoffman) bersama puluhan remaja lain yang ikut dalam sebuah kontes tahunan penuh misteri.
Aturannya tampak sederhana, mereka harus terus berjalan dengan kecepatan 3 mil per jam tanpa berhenti.
Namun, konsekuensinya sangat kejam: siapa pun yang gagal, langsung dieksekusi di tempat.
Atmosfer mencekam The Long Walk Stephen King semakin kuat lewat arahan sutradara Francis Lawrence, yang sebelumnya sukses dengan The Hunger Games.
Bahkan sebelum rilis resmi, film ini sudah mendapat sambutan luar biasa dari para kritikus.
Rotten Tomatoes memberi skor nyaris sempurna, sementara ulasan di Inggris mencatat 100 persen rating.
Stephen King sendiri ikut terlibat dalam penyempurnaan detail cerita. Dalam novel asli, kecepatan minimum ditulis 4 mph, namun kini disesuaikan menjadi 3 mph agar lebih realistis untuk diangkat ke layar lebar.
Promosi film ini juga tidak kalah unik. Di Los Angeles, Lionsgate menggelar screening yang menguji penonton dengan cara ekstrem: mereka harus menonton sambil berjalan di treadmill dengan kecepatan 3 mph.
Jika melambat, penonton langsung diminta keluar, persis seperti aturan brutal di dalam cerita.
Selain Cooper Hoffman, film ini juga dibintangi deretan aktor muda seperti David Jonsson, Garrett Wareing, Charlie Plummer, hingga Ben Wang.
Chemistry mereka menghadirkan ketegangan emosional sekaligus menyayat hati, ketika satu per satu peserta lomba harus tumbang.
Dengan premis ekstrem, skor kritik tinggi, dan pengalaman promosi yang sadis, The Long Walk Stephen King berpotensi menjadi salah satu adaptasi King terbaik sepanjang masa.(***)
Editor : Alfian Yusni