Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kimberly Ryder Curhat Beratnya Punya Anak Dekat, “Bukan Keputusan Bijak”

Alfian Yusni • Selasa, 16 September 2025 | 08:09 WIB
Kimberly Ryder memberi saran penting pada semua calon orangtua. Jika ingin menambah momongan, sebaiknya menunggu sampai anak pertama lulus toilet training. (Foto: instagram)
Kimberly Ryder memberi saran penting pada semua calon orangtua. Jika ingin menambah momongan, sebaiknya menunggu sampai anak pertama lulus toilet training. (Foto: instagram)

LombokPost - Kimberly Ryder akhirnya blak-blakan soal pengalaman jadi ibu muda. Aktris cantik yang akrab disapa Kim ini mengaku berat rasanya punya anak dengan jarak kelahiran dekat. Menurutnya, keputusan itu bukan langkah bijak.

Kim berbagi cerita saat menjadi tamu di kanal YouTube Nikita Willy Official, Minggu (14/9/2025). Ia menyebut jarak lahir anak-anaknya hanya terpaut satu tahun satu hari.

“Tiga bulan setelah melahirkan anak pertama, aku sudah hamil lagi. Anak pertama ulang tahun pertama, jam 12 malam aku kontraksi. Anak kedua lahir paginya,” ungkap pemain film horor Sukma itu.

Stres Hadapi Dua Anak Sekaligus

Kimberly Ryder tak menutupi rasa stresnya. Apalagi saat itu kedua anaknya belum mendapat toilet training.

“Ya itu lumayan stres sih ya. Apalagi harus menghadapi dua anak yang belum toilet training, itu puyeng banget,” akunya.

Ia pun memberi saran penting pada semua calon orangtua. Jika ingin menambah momongan, sebaiknya menunggu sampai anak pertama lulus toilet training.

“Sejak itu aku selalu bilang ke ibu-ibu yang baru punya anak satu, tunggu sampai anak pertama bisa ke toilet sendiri. Baru deh pikirin punya anak kedua,” sarannya.

ASI Terhenti Lebih Cepat

Tantangan lain yang dihadapi Kimberly Ryder adalah soal menyusui. Ia merasa sedih karena anak pertamanya hanya mendapat ASI selama enam bulan.

“Pas itu aku lagi hamil tiga bulan, terus pendarahan selama tiga minggu. Jadi kasih ASI-nya harus di-stop,” tuturnya.

 

Meski begitu, Kim menegaskan dirinya tidak menyesal. Justru ia berusaha melihat sisi positif dari pengalaman punya anak dengan jarak dekat.

“Aku sekalian capeknya aja. Sekarang malah lebih rileks. Mereka sudah bisa ditinggal kerja,” jelasnya.

Saran BKKBN: Minimal 3 Tahun

Cerita Kimberly Ryder ini sejalan dengan rekomendasi BKKBN. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional menyarankan jarak kelahiran antar anak minimal 3 tahun.

Tujuannya jelas: menjaga kesehatan ibu, memastikan anak mendapat perhatian penuh, sekaligus menjamin kesejahteraan keluarga.

Pengalaman Kimberly Ryder bisa jadi pengingat. Memiliki dua anak memang dambaan banyak orang, tapi jarak kelahiran dekat bisa membawa risiko besar. Bijaklah dalam merencanakan keluarga. (***)

Editor : Alfian Yusni
#kimberly ryder #Ibu Muda #jarak kelahiran dekat #toilet training