Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Coco Gauff: Dari Penikmat Hoodie Jadi Ikon Fashion WTA

Rury Anjas Andita • Selasa, 7 Oktober 2025 | 12:45 WIB
Coco Gauff bertransformasi dari penikmat hoodie jadi ikon fashion WTA. Kini, gaya modenya mencuri perhatian di Wuhan Open 2025.
Coco Gauff bertransformasi dari penikmat hoodie jadi ikon fashion WTA. Kini, gaya modenya mencuri perhatian di Wuhan Open 2025.

LombokPost – Coco Gauff tak hanya berkembang sebagai salah satu petenis muda terbaik di dunia, tetapi juga sebagai ikon fashion di WTA Tour 2025.

Petenis asal Amerika Serikat Coco Gauff kini dikenal bukan hanya karena kekuatan servis dan mental juaranya, melainkan juga karena gaya berpakaian uniknya, baik di dalam maupun luar lapangan.

Seiring kariernya yang terus menanjak, gaya pribadi Coco Gauff ikut berevolusi. Dulu, juara Prancis Terbuka 2025 itu dikenal sederhana dan identik dengan hoodie. Kini, ia menjadi penentu tren mode di dunia tenis.

“Dulu saya penikmat hoodie,” kata Gauff menjelang pertandingan perdananya di Wuhan Open 2025.

“Ibu saya bilang saya harus berhenti beli hoodie. Waktu saya berumur sekitar 17 atau 18 tahun, saya berhenti total. Sekarang saya jauh lebih ekspresif soal apa yang saya pakai, baik di dalam maupun di luar lapangan,”sambung Coco Gauff.

Petenis peringkat 3 dunia Coco Gauff mengaku bahwa fesyen kini menjadi caranya mengekspresikan diri.

“Saya suka pakai baju. Saya tidak terlalu berbakat dalam banyak hal, jadi saya pikir pakaian hanyalah cara untuk mengekspresikan diri,” ujarnya.

Meski merendah soal bakat, kenyataannya Coco Gauff telah memenangkan dua gelar Grand Slam dan berada di posisi lima besar dunia menjelang WTA Finals Riyadh 2025, di mana ia tampil sebagai juara bertahan.

Di lapangan, Coco Gauff dikenal selalu tampil modis dan tampil dengan outfit berbeda di setiap turnamen.

Gayanya yang dinamis dan penuh warna selalu mendapat pujian dari para penggemar dan pengamat mode.

Sementara di luar lapangan, Coco Gauff memilih pendekatan spontan untuk berpakaian.

Ia tidak pernah merencanakan jauh-jauh hari, melainkan menyesuaikan dengan suasana hati.

“Itu tergantung suasana hati. Ada hari-hari ketika saya ingin tampil feminin dengan rok. Di hari lain, saya merasa seperti tomboi. Karena itu, saya sulit merencanakan pakaian sebelumnya,”ujarnya.

Petenis berusia 21 tahun itu tiba di Wuhan setelah mencapai semifinal China Open 2025, sebelum kalah dari juara turnamen Amanda Anisimova.

Di Wuhan, Coco Gauff mendapat bye di babak pertama dan akan berhadapan dengan Moyuka Uchijima di babak kedua.

Editor : Rury Anjas Andita
#wta #ikon fashion #Coco Gauff #hoodie