Kontroversi utama drama Korea Genie Make a Wish berpusat pada penggunaan dan interpretasi konsep makhluk supranatural yang dinilai menyimpang dari ajaran agama Islam.
Berikut adalah adegan dan konsep utama yang memicu pro dan kontra dalam drama Korea Genie Make a Wish:
- Penggambaran Tokoh Utama sebagai "Jin yang Dipanggil Iblis"
Dari sisi kontra, pemicunya dimulai dari penyalahgunaan konsep jin dan iblis dalam Islam, di mana karakter utama pria (diperankan Kim Woo Bin) digambarkan sebagai Genie (jin) yang terbangun dari lampu ajaib dan dapat mengabulkan permintaan.
Namun dalam monolog dan narasi cerita, ia juga disebut sebagai "Iblis" dan memiliki cerita latar belakang yang sangat mirip dengan kisah Iblis dalam Al-Qur'an.
Kemudian kesamaan kisah dengan penolakan sujud, di mana kisah latar belakang tokoh Jin/Iblis ini digambarkan sebagai roh api yang diciptakan setelah malaikat dan menolak untuk tunduk kepada manusia (Nabi Adam), bersumpah untuk menjerumuskan manusia.
Kisah ini dianggap meniru dan salah menginterpretasikan kisah Iblis yang menolak sujud kepada Nabi Adam dalam Al-Qur'an.
Selanjutnya, romantisisasi iblis yang menjadi kontroversi terbesar adalah adanya alur romansa (love line) antara karakter Jin/Iblis (Kim Woo Bin) dan karakter manusia (Suzy).
Adegan-adegan yang menampilkan Jin/Iblis dalam cahaya simpatik atau bahkan romantis dianggap meromantisasi atau mengagungkan Setan demi hiburan, yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam.
Namun dari sisi pro menilai adegan dan konsep tersebut merupakan fiksi murni dan interpretasi fantasi.
Sebagian penonton membela bahwa drama ini adalah karya fiksi fantasi modern, yang bebas mengadaptasi atau menginterpretasikan mitologi dari berbagai budaya, termasuk kisah Jin, tanpa bermaksud menyinggung agama tertentu.
Terlepas dari kontroversi alur cerita, banyak penonton yang tetap menikmati episode perdana karena sinematografi yang bagus, chemistry kuat antara Kim Woo Bin dan Suzy (reuni setelah 9 tahun), serta penampilan cameo dari bintang besar seperti Song Hye Kyo.
- Adegan ‘Pertarungan’ Simbolik dan Perubahan Karakter Malaikat
Pemicu kontranya terkait penggambaran Malaikat Izrail, di mana dalam beberapa adegan, drama ini disebut-sebut ‘mengadu’ karakter Iblis dengan Malaikat Izrail, yang dalam Islam dikenal sebagai Malaikat Pencabut Nyawa.
Kritik muncul karena karakter yang merujuk pada malaikat suci (Izrail) digambarkan sebagai karakter yang "jahat" atau menjadi antagonis dalam konflik dengan Iblis, yang dianggap sebagai distorsi serius terhadap konsep teologis.
- Adegan Komedi yang Dinilai Berlebihan
Salah satu cameo dari Daniel Henney yang berakting menjadi anjing dinilai oleh beberapa kritikus terlalu berlebihan, konyol, dan tidak pantas untuk sebuah drama dengan latar fantasi yang serius.
Kontroversi yang dipicu oleh adegan dan narasi sensitif ini telah memicu perdebatan sengit di media sosial, terutama di platform X, dengan adanya seruan boikot global terhadap drama Genie Make a Wish di Netflix.
Seruan ini didasarkan pada anggapan bahwa drama tersebut menunjukkan ketidaktahuan budaya (cultural insensitivity) dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman yang luas tentang ajaran agama Islam.
Editor : Kimda Farida