Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Donny Damara Jadi Zombie di “Abadi Nan Jaya”, Film Horor Netflix yang Paling Menantang dalam Kariernya

Alfian Yusni • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 23:45 WIB
Dalam film Abadi Nan Jaya Donny Damara berperan sebagai Sadimin, sang kepala keluarga yang menjadi sumber tragedi. (Foto: instagram)
Dalam film Abadi Nan Jaya Donny Damara berperan sebagai Sadimin, sang kepala keluarga yang menjadi sumber tragedi. (Foto: instagram)

LombokPost - Aktor kawakan Donny Damara mengungkap pengalaman paling menantang sepanjang kariernya lewat film horor terbaru Netflix berjudul Abadi Nan Jaya.

Dalam film yang disutradarai Kimo Stamboel ini, Donny Damara untuk pertama kalinya berperan sebagai zombie, sesuatu yang ia sebut menuntut pendalaman karakter luar biasa rumit.

“Nggak semudah yang saya bayangkan untuk berperan sebagai manusia biasa, kemudian bertransformasi menjadi zombie,” ujar Donny Damara saat wawancara usai pemutaran perdana film Abadi Nan Jaya, Jumat (24/10).

Baca Juga: Arne Slot Diminta Mainkan Lagi Andy Robertson, Liverpool Siap Bangkit Lawan Brentford

Film Abadi Nan Jaya, dikenal juga dengan judul internasional The Elixir, resmi tayang di Netflix pada 23 Oktober 2025.

Film ini menggabungkan elemen kearifan lokal Indonesia dengan genre zombie apocalypse, menjadikannya salah satu proyek horor Indonesia paling unik tahun ini.

Kisahnya berpusat pada keluarga pemilik usaha jamu tradisional di sebuah desa terpencil.

Eksperimen mereka dengan ramuan “awet muda” justru memicu wabah zombie yang mengerikan. Donny Damara berperan sebagai Sadimin, sang kepala keluarga yang menjadi sumber tragedi.

“Tentunya teman-teman di sini juga pasti belajar dan riset, gimana supaya zombi ini agak beda gitu,” jelas Donny.

Ia mengaku melakukan riset mendalam dan bekerja sama dengan tim ahli untuk menciptakan karakter zombie yang realistis namun tetap punya sentuhan khas Indonesia.

Sang sutradara Kimo Stamboel menuturkan bahwa tantangan film ini bukan hanya soal efek visual, tapi juga tentang menghadirkan “teror yang dekat dengan budaya lokal”.

 

“Bayangkan kalau ramuan jamu yang seharusnya menyembuhkan malah menimbulkan malapetaka,” kata Kimo dalam rilis resminya.

Proses produksi Abadi Nan Jaya juga melelahkan bagi para pemain. Donny Damara menyebut sesi workshop dan latihan fisik berlangsung sangat intens.

“Workshop kita lumayan capek dan kita semua bekerja dengan darah, keringat, bahkan air mata yang dibawa pulang,” ungkapnya menggambarkan beratnya proses di balik layar.

Kesulitan lain datang dari detail pergerakan tubuh. Menurut Donny, setiap bagian tubuh, dari ekspresi wajah, bahu, hingga gerak tangan, harus sinkron agar transformasi dari manusia ke zombie terasa meyakinkan.

“Kalau tubuhnya siap, tapi bahunya nggak gerak, ya percuma,” ucapnya sambil tertawa kecil.

Film Abadi Nan Jaya mendapatkan sambutan positif dari penonton karena mengusung tema zombie dengan nuansa lokal Indonesia, berbeda dari kebanyakan film horor bertema serupa.

Beberapa kritikus bahkan menilai film ini membuka peluang sekuel setelah ending-nya yang menggantung, di mana wabah zombie dari desa berpotensi menyebar ke kota besar seperti Jakarta.

Meski melelahkan, Donny Damara mengaku puas dengan hasil akhirnya. “Tentunya diarahkan oleh nakhoda kami semua di sini, Mas Kimo,” katanya memuji kerja sang sutradara.

Film Abadi Nan Jaya kini tersedia secara global di Netflix, menghadirkan perpaduan unik antara kultur Nusantara, cerita mistis, dan teror zombie yang dikemas sinematik. (***)

 

Editor : Alfian Yusni
#film horor #Abadi Nan Jaya #zombie #netflix #donny damara