Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Film Wicked For Good Dicap Gagal, Disebut Terjebak Bayang-Bayang 'The Wizard of Oz'

Sanchia Vaneka • Jumat, 21 November 2025 | 21:53 WIB

Film Wicked For Good
Film Wicked For Good
LombokPost – Film adaptasi musikal Broadway populer Wicked For Good, paruh kedua dari Wicked mendapatkan ulasan mengecewakan dari kritikus film, bahkan dicap gagal.

Dilansir dari situs The Wrap, Wicked For Good dinilai gagal total sebagai sekuel mandiri maupun penutup epik, karena terhambat oleh keharusan terikat dengan cerita klasik "The Wizard of Oz".

Film pertama diakhiri dengan Elphaba (Cynthia Erivo) menentang Penyihir Oz yang Fasis dan Glinda (Ariana Grande) berada di persimpangan jalan.

Wicked For Good melompat ke depan, menampilkan Glinda sebagai kepala propagandis Penyihir, sementara Fiyero (Jonathan Bailey) yang bertunangan dengan Glinda, diam-diam memburu Elphaba.

Alih-alih menyajikan klimaks epik antara Elphaba dan Glinda, Wicked For Good justru menghabiskan waktu layar yang berharga untuk menyiapkan kedatangan Dorothy dan menjelaskan asal-usul Scarecrow, Cowardly Lion, dan Tin Man.

"Ini adalah latar epik untuk akhir yang epik. Sayangnya, kita tidak diizinkan untuk memilikinya. 'Wicked For Good' terhambat oleh premisnya sendiri, khususnya karena terjadi sebelum dan bersamaan dengan 'The Wizard of Oz'," tulis ulasan tersebut.

Keterikatan ini bukan hanya mengganggu, tetapi membuat plot utama, yaitu kisah persahabatan dan konflik Elphaba-Glinda, gagal mencapai kesimpulan yang memuaskan.

Meskipun penampilan vokal Cynthia Erivo dan Ariana Grande masih luar biasa, bahkan mereka dinilai pantas mendapatkan nominasi Oscar untuk paruh pertama.

Namun lagu-lagu di Wicked For Good dinilai kehilangan keunikan, drama, dan daya tarik yang sama. Bahkan lagu cinta antara Elphaba dan Fiyero disebut terasa "hanya teman."

Lebih parah lagi, upaya film untuk menyambungkan cerita ke The Wizard of Oz membuat beberapa logika plot jebol.

The Cowardly Lion, mengapa Singa Pengecut meminta keberanian kepada Penyihir, padahal Penyihir terkenal membenci dan mengurung hewan yang bisa berbicara, seperti Singa Pengecut itu sendiri?

Sapu Terbang, mengapa Penyihir meminta Dorothy membawakan sapu terbang Elphaba, padahal film Wicked telah menjelaskan bahwa kekuatan terbesar Elphaba ada pada buku mantranya?

Pada akhirnya, Elphaba yang berkorban banyak untuk menjadi seorang revolusioner tidak diizinkan mencapai apa pun yang berarti, karena ceritanya hanya bisa berakhir dengan satu cara, sesuai kanon tahun 1939.

Wicked For Good dianggap terlalu terburu-buru menuju garis akhir, mati-matian memasukkan semua elemen wajib, dan jarang berusaha membenarkan perkembangan plot yang baru.

Film ini dinilai runtuh karena gagal berfungsi baik sebagai film mandiri maupun sebagai paruh kedua dari sebuah duologi.

 

Editor : Marthadi
#gagal #Film #adaptasi #Wicked For Good #Broadway #The Wizard Of Oz