Langkah ini menunjukkan upaya nyata rumah produksi Imajinari untuk memastikan bahwa hiburan film dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk komunitas Tuli.
Keputusan ini disambut hangat dan menempatkan Imajinari sebagai pelopor yang sadar akan pentingnya aksesibilitas.
Subtitle ramah Tuli bukan sekadar menampilkan dialog, melainkan juga mencakup deskripsi audio penting, seperti efek suara, musik latar, dan intonasi yang memengaruhi alur cerita.
"Dengan Closed Caption yang terperinci, penonton Tuli tidak akan kehilangan momen penting yang dapat membuat semua orang tertawa di bioskop," demikian keterangan dari tim produksi.
Film yang dibintangi oleh Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga ini bukan hanya menyajikan tawa, tetapi juga pesan bahwa setiap penonton memiliki hak yang sama untuk menikmati sinema.
Pilihan subtitle khusus ini sangat krusial, terutama untuk film komedi seperti Agak Laen, di mana tempo bicara, logat, atau jeda yang diiringi efek suara lucu sangat penting untuk nuansa komedi.
Rumah produksi telah merilis daftar resmi bioskop di kawasan megapolitan yang menyediakan layanan subtitle khusus ini:
1. Jakarta: Blok M Square XXI, Kalibata XXI, One Belpark XXI, Citra XXI, CGV FX Sudirman, Cinepolis The Park Pejaten.
2. Penyangga: Mega Bekasi XXI (Bekasi), Depok XXI (Depok), Bogor Square XXI (Bogor)
Inisiatif Agak Laen: Menyala Pantiku! ini menegaskan bahwa industri film nasional semakin dewasa dalam memenuhi kebutuhan keragaman penonton.
Aksesibilitas telah menjadi kebutuhan dasar, bukan lagi sekadar layanan tambahan. Diharapkan langkah ini menjadi standar baru yang diikuti oleh film-film nasional lainnya.
Editor : Kimda Farida