LombokPost - Penampilan Salma Ranggita Cahyariyani dalam sesi national costume di ajang Miss Cosmo 2025, membuat publik terharu. Puteri Indonesia Pariwisata 2025 itu menangis sembari membetangkan bendera Indonesia.
Dia tak kuasa menahan air mata mengingat peristiwa eksekusi warisan budaya Rumah Tongkonan di Tana Toraja pada Juli 2025.
Warisan leluhur yang sudah ada selama lebih dari 300 tahun itu dihancurkan menggunakan alat berat karena kasus sengketa lahan. Di media sosial pribadinya, Salma menyebut peristiwa tersebut merupakan sebuah bencana alam.
’’Saya mengenakan hiasan kepala Tongkonan melambangkan rumah, warisan, dan kekuatan. Namun, hati saya terasa berat mengetahui bencana alam telah melanda Sulawesi Selatan,’’ ucapnya.
Karya Desainer Inggi Kendran
Kostum nasional tersebut karya desainer Inggi Kendran. Bertajuk Lakian Sang Tedong-The Sacred Power of the Buffalo yang dibuat terinspirasi dari rumah adat khas Toraja, Sumatera Selatan. Lakian adalah ritual suci yang melibatkan pengorbanan kerbau (Tedong), melambangkan penghormatan dan jalan menuju keabadian.
Tengkorak kepala kerbau dengan tanduk yang menjulang bukan cuma sekedar hiasan atau tempelan. Merupakan lambang kehormatan, pengorbanan, kemuliaan keluarga, dan warisan abadi.
Nuansa hitam dan emas dalam busana tersebut mencerminkan kemegahan dan jiwa leluhur.
’’Saya membawakan budaya ini dengan bangga. Dan doa saya untuk Indonesia,’’ tulis Salma, dalam rilis yang diterima Jawa Pos.
Berhasil Masuk Top 17. Alumnus Teknik Metalurgi dan Material Universitas Indonesia itu membawa misi tertentu. Yakni, memperkenalkan nilai-nilai leluhur masyarakat Toraja kepada dunia.
Serta, menyampaikan makna bahwa di balik kostum tersebut terdapat pengorbanan, cinta, kehormatan, dan perjalanan suci.
Lakian Sang Tedong-The Sacred Power of the Buffalo berhasil membawa Salma masuk top 17. Selanjutnya, Salma mengikuti serangkaian agenda hingga malam final Miss Cosmo 2025 di Ho Chi Minh City pada 20 Desember mendatang. (shf/ai/JPG/r3)
Editor : Jelo Sangaji