Olivia Dean tampil sebagai sorotan utama setelah menyabet penghargaan Best New Artist, menjadikannya musisi Inggris pertama yang menang di kategori ini sejak Dua Lipa pada 2019.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi Grammy pertama dalam karier Dean, yang kini tengah berada di puncak popularitas lewat singel Man I Need dari album The Art of Loving.
Dalam pidato kemenangannya, Dean juga menyuarakan isu imigrasi dan solidaritas kemanusiaan. Ia menyebut dirinya sebagai cucu imigran dan menegaskan pentingnya keberanian serta empati di tengah kebijakan imigrasi ketat di Amerika Serikat.
Tak kalah mencuri perhatian, Lola Young meraih Best Pop Solo Performance lewat lagu Messy. Lagu tersebut sebelumnya bertahan empat pekan di puncak UK Singles Chart dan mengungguli karya dari Lady Gaga, Sabrina Carpenter, hingga Justin Bieber. Ini menjadi momen emosional bagi Young, yang sempat vakum setelah kolaps di atas panggung tahun lalu.
Dari kategori rock, Yungblud membawa pulang Best Rock Performance berkat penampilannya membawakan Changes milik Black Sabbath dalam konser perpisahan Ozzy Osbourne di Birmingham. Penampilan tersebut disebut Yungblud sebagai “pengakuan tertinggi bagi seorang performer”.
Sementara itu, FKA Twigs akhirnya meraih Grammy pertamanya lewat album Eusexua, yang menang di kategori Best Dance/Electronic Album. Dalam pidatonya, ia berpesan agar para seniman tidak menyerah dan tetap setia pada visi mereka.
Kejutan besar datang dari The Cure. Setelah hampir 50 tahun berkarier, band legendaris ini akhirnya meraih Grammy perdana mereka melalui Best Alternative Album (Songs of a Lost World) dan Best Alternative Music Performance (Alone).
Aktris dan penyanyi asal London, Cynthia Erivo, turut melengkapi malam gemilang Inggris dengan kemenangan Best Pop Duo Performance untuk lagu Defying Gravity dari film Wicked bersama Ariana Grande.
Kesuksesan para musisi Inggris ini disebut sebagai salah satu penampilan terbaik Inggris di Grammy dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus membantah anggapan minimnya talenta baru dari Negeri Ratu Elizabeth. Sejumlah eksekutif industri musik menilai kebangkitan ini didorong oleh kuatnya ekosistem kreatif dan pendidikan musik di Inggris.
Laporan lengkap ini dikutip dari Billboard.com, yang menyoroti malam Grammy sebagai momentum kebangkitan besar musik Inggris di panggung global.
Editor : Marthadi