Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Konsep Warna Merah dalam Konser BTS di Gwanghwamun Tuai Kontroversi, HYBE Tegaskan Murni Artistik Bukan Politik

Geumerie Ayu • Kamis, 19 Maret 2026 | 10:25 WIB

Konsep warna merah dalam konser BTS di Gwanghwamun tuai kontroversi, HYBE tegaskan murni artistik bukan politik.
Konsep warna merah dalam konser BTS di Gwanghwamun tuai kontroversi, HYBE tegaskan murni artistik bukan politik.
LombokPost – Menjelang comeback akbar BTS yang dijadwalkan mengguncang Gwanghwamun Square pada 21 Maret mendatang, atmosfer industri hiburan Korea Selatan justru memanas lantaran penggunaan warna merah.

HYBE Label terpaksa mengeluarkan pernyataan tegas guna meredam spekulasi publik terkait penggunaan warna merah dalam konsep visual album terbaru mereka, "ARIRANG".

Pada Rabu (18/3), BigHit Music secara resmi mendesak publik agar tidak memberikan interpretasi politik terhadap pilihan warna tersebut.

Langkah ini diambil setelah munculnya kekhawatiran dari sebagian penggemar dan pengamat mengenai pergeseran identitas visual grup yang biasanya lekat dengan warna ungu.

Sebagai bagian dari promosi masif, Pemerintah Metropolitan Seoul dikabarkan tengah menyiapkan instalasi pencahayaan merah di sejumlah landmark ikonik atas permintaan HYBE.

Menara N Seoul dan Lotte World Tower diproyeksikan akan memancarkan cahaya merah pekat untuk menyambut kembalinya RM dan kawan-kawan.

"Warna merah yang ditampilkan dalam acara di Gwanghwamun Square mencerminkan tema visual utama dari album 'ARIRANG'. Pilihan ini murni alasan artistik dan selaras dengan konsep kreatif yang ingin disampaikan grup," tulis pernyataan resmi BigHit Music.

Meski demikian, keputusan ini tidak luput dari kritik. Sebagian ARMY (sebutan penggemar BTS) menyuarakan keberatan mereka di media sosial.

Mereka menilai warna ungu adalah identitas sakral bagi BTS dan penggemarnya, sehingga perubahan drastis ke warna merah dikhawatirkan membawa konotasi politik yang tidak disengaja di tengah situasi domestik Korea Selatan.

Kritikus budaya juga mempertanyakan keterlibatan pemerintah kota dalam memfasilitasi pencahayaan di ruang publik.

Muncul kekhawatiran bahwa kegiatan budaya berskala global ini berisiko dipolitisasi oleh pihak-pihak tertentu.

Menanggapi polemik tersebut, HYBE kembali menegaskan bahwa warna merah merupakan representasi dari semangat dan identitas visual album "ARIRANG" yang akan dirilis secara global pada 20 Maret.

Baca Juga: Album Vinyl ARIRANG Edisi 'Velvet Red' V BTS Terlaris di Fnac Prancis

HYBE meminta masyarakat untuk melihat peristiwa ini melalui sudut pandang seni dan musik, bukan sebagai pernyataan politik.

"Kami meminta publik untuk fokus pada kembalinya BTS sebagai musisi. Segala bentuk interpretasi di luar konteks artistik adalah tidak berdasar," tambah pihak Hybe

Penampilan di Gwanghwamun Square pada 21 Maret mendatang diprediksi akan tetap menjadi magnet bagi ratusan ribu pasang mata, terlepas dari perdebatan warna yang kini tengah bergulir di jagat maya.

 Baca Juga: BTS Bakal Gelar Konser Eksklusif 'Swimside' Bareng Spotify di New York

Editor : Redaksi Lombok Post
#konser #HYBE #warna merah #bts #Arirang #Gwanghwamun Square #kontroversi #bighit music