LombokPost – Pemerintah Korea Selatan menetapkan status siaga tertinggi menjelang konser comeback BTS bertajuk 'BTS THE COMEBACK LIVE ARIRANG' di Gwanghwamun Square pukul 20.00 KST malam ini.
Sebanyak 15.000 personel gabungan yang terdiri dari kepolisian, petugas pemadam kebakaran, hingga pejabat publik dikerahkan untuk memastikan manajemen keselamatan total.
Perdana Menteri (PM) Kim Min Suk turun langsung meninjau lokasi pada Sabtu (21/3) siang untuk memastikan kesiapan prosedur keamanan di pusat komando terpadu yang didirikan di Sejong Center for the Performing Arts.
Dalam kunjungannya, PM Kim Min-suk memberikan pernyataan tegas kepada pihak agensi dan label BTS, HYBE Labels.
Ia mengingatkan bahwa meskipun konser ini merupakan agenda budaya yang menarik perhatian dunia, ada harga yang harus dibayar oleh masyarakat luas, terutama terkait pembatasan akses di pusat kota.
"HYBE harus menyadari bahwa publik saat ini sedang menanggung sejumlah ketidaknyamanan. Konser ini telah menjadi acara nasional, namun pada dasarnya ini adalah kegiatan yang didukung oleh bangsa dan masyarakat demi BTS dan HYBE," tegas PM Kim dilansir dari Chosun Biz.
Ia menambahkan bahwa mobilisasi kemampuan nasional secara masif ini dilakukan karena pemerintah memandang nilai pertunjukan tersebut cukup berarti untuk mempromosikan Korea Selatan secara global.
Namun, ia menekankan pentingnya perusahaan untuk memikul tanggung jawab moral atas dukungan besar yang diberikan rakyat.
PM Kim secara mendetail memeriksa kesiapan markas komando kontra-terorisme dan sistem komando komprehensif. Fokus utama pemeriksaan adalah pengelolaan 'zona inti', yaitu area padat di mana puluhan ribu penonton akan berdiri dan duduk berkumpul.
"Bisakah personel panitia menangani semuanya jika terjadi situasi yang tidak terduga?" tanya PM Kim kepada pihak penyelenggara.
Merespons hal tersebut, pejabat HYBE mengonfirmasi telah mengerahkan seluruh personel internal yang berkoordinasi penuh dengan kepolisian.
"Kami telah memastikan jalur ambulans tetap steril agar dapat segera masuk jika terjadi keadaan darurat," lapor perwakilan HYBE.
Pihak kepolisian juga menambahkan bahwa detektif berpakaian preman telah disebar di seluruh area untuk deteksi dini potensi gangguan.
Memilih Gwanghwamun Square sebagai lokasi comeback bukan tanpa alasan. PM Kim menyebut kawasan tersebut sebagai ruang bersejarah dan simbol demokrasi Korea Selatan.
"Saya sangat berharap hari ini menjadi kesempatan untuk memanfaatkan nilai sejarah Gwanghwamun sebaik-baiknya. Mohon pastikan semuanya berjalan sesuai rencana agar pertunjukan sukses dalam lingkungan yang 100% aman, sehingga Republik Korea dapat dipromosikan secara lebih bermakna dari segi budaya," pungkasnya.
Konser malam ini diperkirakan akan menjadi salah satu kerumunan massa terbesar di Seoul tahun 2026. Jutaan mata akan menyaksikan melalui siaran langsung Netflix.
Editor : Prihadi Zoldic