Kenakan Gaun Emas dan Bawa Budaya Asal: Punya Kemampuan Baik di Bidang Vokal dan Tari

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 15:24 WIB
Agnes Rahajeng (IG)
Agnes Rahajeng (IG)

LombokPost - Puteri Indonesia 2026 Agnes Aditya Rahajeng baru saja melalui salah satu tahap penting di ajang Miss Supranational 2026.

  Selasa (28/7) lalu, perempuan berdarah Jawa-Bali itu ikut serta dalam preliminary evaluation bersama 66 kontestan lainnya di Nowy Sacz, Polandia. Masing-masing kontestan tampil dalam balutan swimwear dan gaun malam.

Di sesi pertama, Agnes mengenakan one piece swimwear berwarna hitam beraksen putih dan cape putih.

Baca Juga: Kirana Larasati, 38 Tahun, Finalis Miss Universe Indonesia 2025

Di sesi kedua, Agnes tampil dengan gaun kristal dan sequin emas berpotongan halter dan high slit karya desainer Hian Tjen. Perhiasan dan tusuk konde emas karya Rinaldy A. Yunardi menyempurnakan penampilannya.

“Saya bersyukur karena untuk busana, saya dibantu oleh tim Yayasan Puteri Indonesia, Mustika Ratu, dan juga orang-orang berbakat yang hebat. Kami ada puluhan meeting dan fitting untuk penampilan terbaik dan menunjukkan bahwa desainer Indonesia punya karya bagus,” ujar Agnes dalam wawancara.

Penampilan di preliminary evaluation nantinya akan turut menentukan masuk-tidaknya seorang kontestan ke 24 besar saat malam final 31 Juli malam waktu Polandia atau 1 Agustus dini hari waktu Indonesia mendatang. Sebelumnya, Agnes pun menampilkan bakatnya dalam video untuk kategori Supra Talent.

Baca Juga: Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri Dorong Delegasi Putra Putri Pendidikan Indonesia 2026 Jadi Agen Perubahan

Dalam video, Agnes menampilkan sejumlah bakat. Yakni, menari, menyanyi, dan bela diri. Di dua penampilan pertama, dia menari dengan iringan lagu Gundul Gundul Pacul dari Jawa dan Janger dari Bali.

Sesuai dengan identitas akar budaya asal Agnes. Tarian yang dibawakan merupakan perpaduan gerakan tradisional dan modern yang koreografinya dirancang oleh Angga Arisnanta. Sebagaui penutup, Agnes melakukan atraksi bela diri.

“Penampilan ini  hasil brainstorming antara Agnes dan tim dengan mengangkat tema 3B (Blora, Bali, dan Banten).

Baca Juga: Debut Langsung Ngeri! Dua Ganda Putri Anyar Indonesia Sapu Bersih Babak Pertama Indonesia Masters 2026

Pemilihan ketiga daerah didasarkan pada perjalanan hidup Agnes yang berasal dari Blora, Jawa Tengah, kemudian tinggal di Bali sejak SD hingga SMA, dan saat ini berdomisili di Banten serta mewakili Provinsi Banten di ajang Puteri Indonesia,” ujar Angga saat diwawancarai Jawa Pos, Rabu (29/7).

Angga mengatakan bahwa Agnes memiliki kemampuan yang baik di bidang vokal dan tari. Tim juga menambahkan unsur seni bela diri sebagai elemen pendukung yang memperkuat dinamika dan elemen pertunjukan. “Proses persiapan dilakukan dalam empat kali  latihan yang berlangsung dengan baik dan efektif,” tambah Angga.

Arsha selaku music director menggubah musik yang memadukan instrumen tradisional Jawa, Bali, serta Banten dengan beat modern dan menyelaraskannya dengan suara Agnes. “Surprisingly, suara Agnes ternyata sangat bagus. Dia benar-benar berbakat menjadi seorang penyanyi. Proses rekaman kurang dari 2 jam dan tidak butuh banyak proses editing vokal. Jadi tidak perlu latihan khusus hanya memberikan sedikit input ketika proses rekaman,” ujar Arsha. (len/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
kontestan jawa bela diri pertunjukan Putri Indonesia