Jajaki Kerja Sama, Industri Film Indonesia Siap Tembus Pasar Hollywood Bersama Motion Picture Association Amerika Serikat

Ferial Ayu • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 07:27 WIB
JAJAKI PELUANG KERJA SAMA: Dubes RI Indroyono Soesilo (kiri) dan Mantan Dubes AS Untuk Prancis Charles Rivkin yang juga President/CEO Motion Picture Association berfoto bersama dengan Helm Tempur yang dipakai Tom Cruise dalam Film Top Gun: Maverick (2022). Washington DC, Senin (3/8). (KBRI DC)
JAJAKI PELUANG KERJA SAMA: Dubes RI Indroyono Soesilo (kiri) dan Mantan Dubes AS Untuk Prancis Charles Rivkin yang juga President/CEO Motion Picture Association berfoto bersama dengan Helm Tempur yang dipakai Tom Cruise dalam Film Top Gun: Maverick (2022). Washington DC, Senin (3/8). (KBRI DC)

LombokPost – Industri film kini telah menjelma sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, penyerap tenaga kerja, hingga sarana diplomasi budaya.

Peluang emas ini ditangkap Indonesia melalui penjajakan kerja sama strategis dengan raksasa perfilman asal Amerika Serikat, Motion Picture Association (MPA).

Langkah diplomasi tersebut dimatangkan dalam pertemuan antara Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, dengan President dan CEO MPA, Charles H. Rivkin, pada 3 Agustus 2026.

Pertemuan ini membuka jalan bagi industri perfilman nasional untuk merambah panggung global sekaligus menarik investasi produksi studio-studio besar Hollywood.

Baca Juga: Dampak Tur Amerika Utara BTS Setara FIFA World Cup, HYBE Cetak Rekor Sejarah

Diplomasi perfilman antara Indonesia dan MPA mengusung tiga pilar penguatan ekosistem sinema nasional.

Pertama, membuka ruang bagi studio anggota MPA (seperti Disney, Netflix, Universal, hingga Warner Bros.) untuk menjadikan pemandangan alam, keragaman budaya, dan keanekaragaman hayati darat serta laut Indonesia sebagai latar pembuatan film-film dunia.

Kedua, merintis kemitraan dalam penegakan HAKI dan anti-pembajakan digital, sekaligus memperluas jaringan distribusi agar karya sineas lokal lebih mudah menembus bioskop global, platform streaming internasional, dan festival kelas dunia.

Ketiga, menyelenggarakan program pelatihan bernilai tinggi bagi para produser, penulis naskah, editor, hingga pengelola distribusi digital domestik untuk memenuhi standar industri global.

Baca Juga: For Revenge Isi Soundtrack Film Spider-Man: Brand New Day

Peluang kolaborasi ini didasari oleh potensi pasar yang luar biasa.

Secara global, box office dunia pada 2025 saja mencatatkan pendapatan hingga USD 32,8 miliar dengan total industri film mencapai USD 112,93 miliar.

Indonesia sendiri memiliki modal ekonomi yang solid.

Kajian industri perfilman nasional mencatat sektor ini mampu menyumbang output hingga USD 8,2 miliar, memberikan kontribusi USD 5,1 miliar terhadap PDB, dan menyerap lebih dari 387.000 tenaga kerja.

Hubungan aktif antara Indonesia dan MPA Asia Pacific yang sebelumnya rutin berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan, APROFI, serta Ditjen KI Kemenkumham, kini dinaikkan ke level strategis.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya mengamankan konten digital Indonesia dari pembajakan, tetapi juga membawa pesona Nusantara makin berkibar di pentas sinema dunia.

Baca Juga: Jungkook BTS Bangkitkan Antusiasme Menonton Film Hope, Sutradara Na Hong Jin Sampaikan Apresiasi

 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Forest Insights
industri film Motion Picture Association kerja sama strategis hollywood film indonesia