LombokPost-Penyanyi Betrand Peto dilaporkan seorang perempuan berinisial ANW ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual. ANW mengaku mengalami pelecehan seksual disertai pemaksaan dan kekerasan fisik.
Laporan dibuat pada Sabtu (12/9) dan teregister dengan nomor perkara LP/B/6780/1X/2026/SPK//POLDA METRO JAYA.
Didampingi kuasa hukumnya Nathaniel Hutagaol, ANW menceritakan dugaan kejadian yang dialaminya. Peristiwa itu, menurut dia, bermula saat dirinya bersama seorang teman berinisial D datang ke sebuah kelab malam di kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta Selatan, pada 12 September 2026 dini hari.
"Pada tanggal 12 sekitar pukul 02.00, saya datang ke salah satu kelab di SCBD bersama teman saya D. Kami datang untuk santai dan ketemu teman," kata ANW.
Baca Juga: Netizen Minta Betrand Peto Dipulangkan, Jordi Onsu Marah Besar
Menurut ANW, Betrand Peto bersama teman-temannya berada di sebuah room di kelab itu. ANW dan D kemudian mendapat tawaran dari seorang waiter untuk bergabung ke ruangan yang ditempati Betrand, yang akrab disapa Onyo, bersama teman-temannya.
"Tiba-tiba ada waiter di kelab tersebut menghampiri dan menawarkan, ‘mau enggak meramaikan room-nya si BP?’,” cerita ANW.
ANW mengatakan dirinya dan D menerima tawaran itu. Keduanya kemudian masuk ke room.
Tak lama berselang, ANW mengaku keluar untuk mengambil telepon genggam miliknya yang tertinggal di sofa di luar ruangan. Saat kembali, ia tidak menemukan D.
“Handphone saya saat itu tertinggal di sofa luar ruangan. Saat saya keluar mengambil ponsel lalu kembali ke ruangan, teman saya D sudah tidak ada,” tutur ANW.
ANW kemudian bertanya mengenai keberadaan D dan mendapat jawaban bahwa temannya sedang berada di toilet. Menurut pengakuannya, Betrand lalu mengajaknya menuju arah toilet.
ANW mengira ajakan itu berkaitan dengan keberadaan D. Namun, ia mengaku kemudian mengalami dugaan pelecehan seksual disertai pemaksaan dan kekerasan di depan toilet.
“Sesampainya di depan pintu toilet, di situ saya mengalami tindakan pelecehan seksual secara paksa dengan disertai dengan kekerasan,” kata ANW.
ANW mengaku mengalami sejumlah luka memar setelah kejadian itu. Luka disebut terdapat pada bagian hidung, wajah, leher, lengan, hingga pergelangan tangan.
Menurut keterangan ANW, D kemudian melihat dugaan pemaksaan dan pelecehan seksual itu dan marah. ANW menyebut D kemudian ditarik antingnya oleh teman Betrand Peto hingga telinganya robek.
Editor : Akbar SirinawaSumber : jawapos.com