Betrand Peto Bantah Dugaan Kekerasan Seksual terhadap ANW

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 15:02 WIB
Jumpa pers Betrand Peto bersama tim kuasa hukumnya membantah lakukan kekerasan seksual. (Abdul Rahman/JawaPos.com)
Jumpa pers Betrand Peto bersama tim kuasa hukumnya membantah lakukan kekerasan seksual. (Abdul Rahman/JawaPos.com)

 

LombokPost-Betrand Peto melalui kuasa hukumnya Joseph Irianto membantah sejumlah tudingan yang disampaikan ANW terkait dugaan kekerasan seksual. Pihak Betrand membantah adanya pelecehan, kekerasan, maupun pemaksaan seperti yang disampaikan pelapor.

Bantahan disampaikan setelah pihak ANW membeberkan sejumlah tudingan dalam konferensi pers. Joseph menilai ada beberapa hal yang perlu diluruskan agar informasi mengenai perkara itu tidak berkembang secara sepihak.

Menurut Joseph, pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dalam pernyataan pelapor. Ia kemudian memaparkan sejumlah bantahan mengenai dugaan kejadian di sebuah kelab malam di kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta Selatan, pada 12 September 2026.

Baca Juga: Betrand Peto Dilaporkan ke Polisi, ANW Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual di Kelab SCBD

Salah satunya mengenai pernyataan bahwa Betrand disebut menarik tangan ANW ke arah toilet.

"Yang pertama, dikatakan dalam preskon pelapor bahwa klien kami menarik tangan dari pelapor (ke arah toilet). Dengan tegas kami bantah bahwa hal tersebut tidak pernah ada dan tidak benar," ujar Joseph Irianto di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (14/9).

Joseph juga membantah tudingan pelecehan seksual yang disebut terjadi di depan toilet. Ia menegaskan Betrand tidak pernah melakukan tindakan itu.

"Lalu yang menjadi highlight di sini adalah dikatakan ada pelecehan di depan toilet. Kami juga membantah dengan tegas bahwa hal itu tidak ada dan tidak benar," katanya.

"Tidak pernah ada pelecehan seksual di depan toilet yang dilakukan oleh klien kami," imbuhnya.

Joseph mengatakan Betrand tidak memiliki niat melakukan tindakan seperti yang dituduhkan. Pihaknya juga mempertanyakan dugaan kejadian itu karena terdapat sejumlah orang lain di dalam ruangan.

"Dan kami rasa juga dari saksi-saksi yang ada, hal itu dirasa tidak mungkin karena di dalam ruangan tersebut terdapat banyak orang," ujarnya.

Selain dugaan pelecehan seksual, Joseph membantah pernyataan pelapor mengenai adanya kekerasan dan pemaksaan. Menurut versi pihak Betrand, tindakan itu tidak pernah terjadi.

"Lalu selanjutnya dikatakan dalam preskon pihak pelapor ada kekerasan dan paksaan. Itu jelas tidak ada dan kami bantah dengan tegas tidak ada kekerasan dan pemaksaan dalam jenis apa pun," kata Joseph.

Pihak Betrand juga menanggapi foto sejumlah luka memar pada tubuh ANW. Joseph mengatakan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, luka itu diduga berkaitan dengan kejadian lain seperti terjatuh atau proses peleraian saat terjadi pertengkaran.

"Lalu dalam preskon ditunjukkan foto ada luka memar dan sebagainya. Itu kami duga dari keterangan saksi yang ada di tempat tersebut bahwa diduga pelapor ini ada jatuh dan mungkin ada peleraian saat ada pertengkaran, bukan dilakukan oleh klien kami," kata Joseph.

Joseph juga membantah tudingan mengenai dugaan penggunaan pengaruh atau power oleh Betrand. Menurut dia, karakter Betrand yang dikenalnya tidak menunjukkan sosok yang bertindak sewenang-wenang.

"Klien kami yang kami kenal secara pribadi orang yang rendah hati. Ayah angkatnya juga orang yang rendah hati. Jadi l, tidak mungkin ada kesan sewenang-wenang, apalagi menggunakan power," ujar Joseph.

Meski menyampaikan bantahan, Joseph menegaskan pihak Betrand tidak ingin persoalan itu ditutup-tutupi apabila nantinya ditemukan kesalahan dari pihak mereka.

Ia mengatakan ayah Betrand Ruben Onsu meminta agar kesalahan dapat diungkap secara terbuka jika memang ditemukan.

"Bahkan ayah dari klien kami mengatakan bahwa jika ini ada kesalahan jangan ditutupi sedikit pun," katanya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : jawapos.com
ANW Joseph Irianto kekerasan Seksual betrand peto ruben onsu