Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Alat Penyulingan Minyak Cengkeh dan Kayu Putih Akan Disebar ke Lima Titik

Administrator • Jumat, 15 Maret 2019 | 09:25 WIB
BANTU UKM: Bupati Lotim HM Sukiman Azmy (tiga dari kiri) bersama Gubernur NTB H Zulkieflimansyah (empat dari kiri) melihat pameran produk industri yang digelar Pemerintah Provinsi NTB di Taman Tugu Selong belum lama ini. (Fatih/Lombok Post)
BANTU UKM: Bupati Lotim HM Sukiman Azmy (tiga dari kiri) bersama Gubernur NTB H Zulkieflimansyah (empat dari kiri) melihat pameran produk industri yang digelar Pemerintah Provinsi NTB di Taman Tugu Selong belum lama ini. (Fatih/Lombok Post)

MATARAM-Peresmian industri penyulingan cengkeh di STIP Banyumulek bisa menjadi awal mulainya industrialisasi di NTB. Kepala Dinas Perindustrian NTB Andi Pramaria mengatakan, sebagai tindak lanjut dari instruksi Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat peresmian, pihaknya telah menyiapkan dan memperbanyak industri penyulingan cengkeh di berbagai daerah di NTB. “Rencananya kami akan sebar ini di lima daerah,” tegasnya, kemarin (14/3).


Ia merincikan, sebaran industri penyulingan cengkeh akan ada dua alat di Santong, Kabupaten Lombok Utara dan satu alat di Tetebatu, Kabupaten Lombok Timur. Sementara untuk Kabupaten Sumbawa, Andi menegaskan bahwa penyulingan dilakukan untuk minyak kayu putih. “Satu alat ada di Kecamatan Ropang dan Batu Lanteh,” ujarnya.


Dirinya mengakui, alat untuk industri penyulingan cengkeh maupun minyak kayu putih di Dinas Perindustrian NTB memang tidak ada. Bahkan dalam APBD 2019, belum disiapkan untuk itu. Sehingga, pada APBD Perubahan, Andi akan berusaha mengajukan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk membuat alat penyulingan.


“Kalau yang ada sekarang, dana yang dihabiskan untuk membuat alatnya sampai ke proses penyulingan mencapai Rp 500 juta, tetapi kita akan buat kurang dari itu, ya sekitar Rp 400 juta,” kata Andi.


Proses penyulingan minyak cengkeh membutuhkan  bahan baku satu ton dalam setiap produksinya. Dalam sehari alat tersebut bisa memproduksi dua kali. Sehingga bahan baku yang dibutuhkan setiap harinya sekitar dua ton daun cengkeh.


Sementara, dana yang dikeluarkan setiap kilo Rp 1.500. Sehingga dalam sebulan menghabiskan sekitar Rp 78 juta untuk bahan baku. Minyak cengkeh yang dihasilkan bisa mencapai 30 sampai 35 kg setiap produksi.


“Yang penting kita bisa buat alatnya, apalagi mesinnya juga sederhana, bahan bakarnya dari kayu, saya rasa kami bisa buat itu,” katanya.


Dirinya optimis, industrialisasi di NTB akan segera terwujud. Mengolah bahan baku menjadi bahan jadi memang memiliki proses. Bahkan Dinas Perindustrian NTB sudah membuat ancang-ancang untuk mengemas hasilnya menjadi lebih menarik perhatian pasar melalui Balai Kemasan Produk Daerah NTB.


Selain memiliki manfaat untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, ternyata minyak cengkeh dan minyak kayu putih juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Karena itu, jika memang pemprov benar-benar ingin mewujudkan industrialisasi di NTB dalam lima tahun ke depan, ia berharap anggaran sebesar Rp 2 miliar itu bisa disetujui. (yun/r7)

Editor : Administrator
#NTB