Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bertaruh Nyawa Para Penjaga Daya

Administrator • Kamis, 6 Februari 2020 | 12:14 WIB
PERBAIKAN JARINGAN: Tim PDKB UP3 Mataram melakukan pemeliharaan jaringan listrik di Jalan Catur Warga, Kota Mataram.
PERBAIKAN JARINGAN: Tim PDKB UP3 Mataram melakukan pemeliharaan jaringan listrik di Jalan Catur Warga, Kota Mataram.

Mereka dicaci, tapi selalu dicari. Sumpah serapah kerap menggema di telinga. Tapi di kala listrik menyala, orang-orang lupa keberadaan mereka. Padahal pasukan ini bekerja bertaruh nyawa.


------------------


Bising kendaraan di Jalan Catur Warga menyertai terik matahari siang itu. Dua pria berpakaian oranye bergelantungan di tiang listrik. Tanpa ragu mereka mengulik-ulik jaringan listrik bertegangan 20 ribu volt atau 20 kV.


”Kalau kesetrum bisa luka bakar, kalau lama ya mati, minimal cacat,” kata Kurniawan, kepala Regu Pasukan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) UP3 Mataram.


Hari itu mereka sedang memelihara kabel jaringan yang baru dipasang mitra PLN. ”Setelah dipasang kami memastikan dia menyala,” katanya.    


Regu ini kerap dijuluki pasukan elite PLN. Mereka bekerja tanpa melakukan pemadaman. Hampir setiap hari berhadapan dengan jaringan bertegangan tinggi. Jika salah sedikit nyawa taruhannya. ”Untungnya selama ini tidak ada kecelakaan seperti itu,” ujarnya.


Rasa takut, kata Kurniawan pasti ada. Tapi tugas negara harus tetap dijalankan. ”Kami sangat hati-hati dan menggunakan SOP ketat,” katanya.


Pemeliharaan yang mereka lakukan bukan karena ada gangguan jaringan. Tapi bersifat preventif untuk mencegah pemadaman. Dengan kata lain, mereka menjaga supaya listrik tetap menyala. ”Ibarat sepeda motor, olinya rutin diganti,” jelas pria asal Lombok Barat itu.


Tanpa ada tim ini, setiap pemeliharaan, PLN harus melakukan pemadaman jaringan. ”Keberadaan PDKB ini membuat listrik tetap dinyalakan meski sedang pemeliharaan,” kata dia.


Jumlah pasukan PDKB UP3 Mataram sebanyak 15 orang. Mereka dibagi menjadi dua tim. ”Ada tim berjarak dan tim sentuh langsung yang menggunakan mobil crane,” jelasnya.


Sekali pun bekerja dalam bahaya, warga kerap tidak mau tahu. Para pekerja lapangan ini menjadi sasaran protes mereka yang kesal listrik padam. ”Padahal listrik saat itu nyala, tapi warga tetap protes ke kami, listrik kok mati-mati saja,” tutur Catur Priyo, salah satu anggota PDKB Up3 Mataram.


Terkadang kata-kata yang dilontarkan tidak enak didengar, tapi mereka harus tetap sabar dan fokus pada pekerjaan. ”Kami berusaha menjelaskan semampunya, selebihnya PLN wilayah yang membahasakan,” katanya.


Nasib serupa juga kerap dialami petugas lapangan seperti Idam Kriswanto, 26 tahun. Dia bukan anggota PDKB, tapi bekerja di perusahaan mitra PLN yang melakukan pemeliharaan jaringan. ”Kami baru bisa bekerja kalau listriknya dipadamkan dulu,” katanya.


Dia dan timnya juga kerap menjadi sasaran omelan warga. Terutama saat pemadaman bergilir tahun lalu. ”Biasanya yang banyak protes warga di desa-desa, mereka menganggap kami ini pegawai PLN,” katanya.


Namun mereka hanya bisa menghadapinya dengan senyum. Dia berusaha menjelaskan kondisi kelistrikan sehingga terjadi pemadaman kala itu. ”Padahal di rumah saya juga kena pemadaman,” tuturnya.


Untungnya, kondisi listrik sekarang sudah pulih. Sehingga protes-protes warga juga berkurang. ”Kami maklum kalau ada warga seperti itu,” ujarnya.


Kepala Ombudsman NTB H Adhar Hakim memahami, di balik keandalan listrik hari ini, ada petugas yang bekerja 24 jam untuk memastikan listrik tetap menyala. ”Kami mengapresiasi kerja keras mereka,” katanya.


Tapi dia menekankan masyarakat harus tetap mendapatkan pelayanan terbaik. Sebab listrik sangat penting bagi kelancaran aktivitas warga sehari-hari. Dia beryukur kelistrikan Lombok tahun lalu pulih lebih cepat dari target. ”Kami berharap ke depan semakin baik,” katanya.


Mengingat pentingnya listrik bagi perekonomian warga, Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB Taufiq Dwi Nurcahyo menjelaskan, pemeliharaan jaringan, transmisi ataupun pembangkit dilakukan sebagai upaya preventif mengantisipasi gangguan. ”Perabasan ranting pohon, penggantian komponen yang rusak atau pemeriksaan peralatan rutin kami lakukan,” katanya.


General Manager PLN UIW NTB Rudi Purnomoloka menjelaskan, untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan NTB berbagai upaya dilakukan. ”Antara lain pengoperasian pembangkit-pembangkit baru untuk melayani kebutuhan daya di Lombok dan Sumbawa,” jelasnya.


Seperti PLTMG Bima, PLTMG Sumbawa, PLTMGU Lombok Peaker dan pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) yakni PLTS 20 MW. ”Sudah terbangun tujuh lokasi di Lombok,” jelasnya.


PLN, kata Rudi, juga membangun transmisi Bima-Sumbawa sebagai tol listrik untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Pulau Sumbawa.


Sementara untuk perbaikan kualitas layanan di wilayah Lombok Utara, PLN membangun dua gardu induk (GI) baru yakni GI Bayan dan GI Tanjung. ”Daerah terdampak gempa paling parah tahun 2018 silam,” katanya.


Ngebut untuk MotoGP


Khusus untuk KEK Mandalika, PLN  membangun GI dan jaringan kabel distribusi guna mendukung keandalan listrik di kawasan tersebut. ”Ini bagian dari kesiapan kami menyukseskan event MotoGP di sana,” katanya.


Kebutuhan listrik untuk event MotoGP 2021 dipastikan tersedia. ”Kami memastikan pasokan (daya) ada,” kata Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, usai mengunjungi lokasi pembangunan sirkuit Mandalika dan PLTMGU Lombok Peaker, Januari lalu.


Kebutuhan listrik event MotoGP mencapai 5,1 Megawatt (MW). Sementara kapasitas GI Kuta, di KEK Mandalika mencapai 30 MW. Jumlah daya terpakai baru 5,5 MW. ”Kebutuhan listrik akan terus meningkat seiring pengembangan pariwisata di Mandalika,” katanya.


Selain itu, juga akan dikembangkan pembangkit berbasis hidro dengan kapasitas 30 MW. ”Nanti akan kita fokuskan ke MotoGP sehingga ada namaya green power,” jelasnya.


Infrastruktur jaringan listrik di dalam KEK Mandalika sedang dibangun. Diharapkan Oktober 2021 sudah klir sehingga MotoGP siap digelar. ”Tahun ini semua jaringan ditargetkan selesai,” ujarnya.


Energi Terbarukan


GM Rudi menambahkan, pengembangan energi terbarukan dan ramah lingkungan juga terus dikembangkan. Akhir Desember 2019, PLN mengoperasikan PLTS Sambelia dengan kapasitas 5 Mwac. ”Rencana jangka panjang, masih ada beberapa titik yang akan kita explore lagi,” jalasnya.


PLTS Sambelia dibangun sejak Agustus 2017 dan beroperasi Desember 2019. Selain ramah lingkungan, PLTS mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) beberapa pembangkit di NTB. Selisihnya Rp 900 per kWH dibandingkan pembangkit yang menggunakan solar.  ”PLTS jauh lebih efisien terhadap biaya produksi,” jelasnya.


Secara keseluruhan, PLN UIW NTB telah mengoperasikan PLTS di tujuh lokasi, yaitu di Gili Trawangan, Gili Air, Gili Meno, Sengkol, Selong, Pringgabaya dan Sambelia. Ketujuh PLTS tersebut  menyuplai 8,5 persen daya mampu siang hari untuk sistem Lombok sebesar 233 MW.


Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral NTB Muhammad Husni mengapresiasi beroperasinya PLTS Sambelia.”Saya berharap ke depan akan terus diupayakan peningkatan kontribusi EBT sampai 23 persen di 2025,” harap Husni.


Hingga tahun 2019, total daya yang dibangkitkan pembangkit EBT sebesar 36,2 MW atau 12,5 persen dari keseluruhan daya mampu pembangkit 289 MW. Rata rata EBT tersebut  bersumber dari air dan juga tenaga surya. (ili/r5)

Editor : Administrator
#pln #PLN NTB