MATARAM-Pascapenyerangan kampus UIN Mataram, aktivitas belajar mengajar kembali normal. Tapi mahasiswa masih dihantui rasa cemas. ”Kami resah kampus dirusak, kami juga risau (kemungkinan) penyerangan selanjutnya akan terjadi,” kata Fahri Rahman, mahasiswa Perbankan Syariah, UIN Mataram, kemarin (2/3).
Minggu (1/3) dini hari, sekelompok orang tidak dikenal menyerang kampus UIN Mataram di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Jempong Baru. Aksi itu membuat kaca gedung dan sejumlah fasilitas rusak. Kerugian ditaksir Rp 1 miliar.
https://www.youtube.com/watch?v=O6xRGvSnmTM&t=27s
Aksi itu membuat mahasiswa kini merasa tidak aman. ”Efek sampingnya nanti mungkin ada penyerangan-penyerangan terhadap mahasiswa, itu yang kami takutkan,” katanya.
Mahasiswa berharap polisi segera menangkap para pelaku perusakan. Sehingga memberikan rasa aman bagi mereka. ”Kami tidak menyalahkan siapa-siapa tapi tentu ada oknum yang ingin merusak citra kampus ini,” katanya.
Pantauan Lombok Post, proses belajar mengajar di UIN berjalan normal. Perusakan fasilitas kampus tidak membuat belajar mengajar terhenti. Sejak pagi kampus sudah ramai.
Rina Wardaniati, mahasiswi PGMI Fakultas Trbiyah sangat menyesalkan aksi perusakan itu. ”Saya kecewa karena gedung baru ini baru sebulan kami pakai, tapi kemudian ada penyerangan,” katanya.
Rasa takut, katanya pasti ada, sebab penyerangan masih mungkin terjadi. Hal itu membuat mereka cemas. ”Orang tua para mahasiswa juga khawatir dengan anak-anaknya di sini,” katanya.
Rina berharap, oknum pelaku penyerang segera diketahui dan dihukum sesuai aturan yang berlaku.
Sudiraman, mahasiswa lainnya berharap pihak kampus segera menyelesaikan persoalan itu. ”Jangan sampai masalah ini berlarut-larut yang berimbas kepada kita mahasiswa,” katanya.
Mahasiswa ingin fokus kuliah, dia tidak ingin permasalahan manajemen kampus dengan warga justru mengorbankan mahasiswa. ”Kami ingin fokus belajar,” katanya.
Sementara itu, Dr Yek Amin Azis, salah seorang dosen UIN Mataram juga menyesalkan kejadian itu. Baginya, peristiwa itu sekaligus menjadi refleksi bagi pihak kampus agar kejadian itu tidak terulang. ”Apakah kita yang gagal mengajar umat atau apa yang terjadi?” katanya.
Bangunan UIN Mataram yang baru dibangun saat ini merupakan aset negara yang harus disyukuri warga. Sebab UIN Mataram menjadi percontohan bagi pembangunan UIN di wilayah Indonesia bagian timur. ”Hal semacam ini (perusakan) belum mampu dijaga masyarakat kita di sekitar sini,” katanya.
Meski beberapa fasilitas kampus rusak, dia menjamin proses belajar mengajar tetap berjalan normal. ”Proses pendidikan dan bimbingan akan berjalan sedemikain rupa,” kata Kepala UPT Pengembangan Bahasa UIN Mataram itu.
Sebelumnya, Kabag Ops Polresta Mataram Kompol M Taufik meminta warga yang melakukan penyerangan menyerahkan diri. ”Kirinya ini adalah perbuatannya silakan serahkan diri ke kepolisian!” imbuhnya.
Taufik memastikan, aparat kepolisian sudah melihat wajah-wajah pelaku di rekaman CCTV kampus. Sehingga lebih baik mereka menyerahkan diri.
Kasus penyerangan pada Minggu dini hari itu masih ditangani Polresta Mataram. Meski dipicu miskomunikasi warga dengan manajemen kampus, dia memastikan polisi akan memprosesnya. Sebab ada perusakan aset negara dalam kejadian itu. (ili/r5)
Editor : Redaksi Lombok Post