“Ya, sudah diimbau agar tidak mudik,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB H Mohammad Rum pada Lombok Post, Jumat (10/4).
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memastikan semua pegawainya tidak boleh mudik. Adapun empat golongan yang dilarang mudik ialah ASN, TNI, Polri, dan pegawai BUMN (serta anak perusahaannya).
Sementara itu, untuk masyarakat, pemerintah tengah mengkaji terkait imbauan larangan mudik. “Imbauan larangan mudik ini cukup dari presiden, dan berlaku di seluruh daerah di Indonesia (termasuk di NTB),” jelasnya.
Menurut Rum, pemerintah telah banyak mengeluarkan surat edaran (SE) untuk menekan penyebaran Covid-19. “SE yang ada saja, masih banyak dilanggar,” ujar dia.
Terkait larangan mudik ASN, Kementerian PAN-RB telah mengeluarkan edaran yang mengatur larangan tersebut. Pada intinya, ASN dilarang mengambil cuti selama beberapa waktu ke depan. Termasuk saat Lebaran Idul Fitri mendatang.
Dalam SE tersebut, ASN beserta keluarganya dilarang untuk bepergian ke luar daerah ataupun mudik. Larangan tersebut berlaku selama penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat selama Covid-19. Jika terpaksa ke luar kota, harus ada izin khusus atasan.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB Prof H Saiful Muslim mengatakan, belum ada fatwa MUI terkait larangan mudik. “Belum ada, kita ikut pusat, biar satu pintu,” katanya pada Lombok Post, kemarin.
Menurut dia, imbauan larangan mudik masih menuai pro kontra di kalangan masyarakat. “Imbauan ini masih rancu, ada yang jelas-jelas melarang. Tapi ada juga yang tidak,” jelasnya.
Untuk itu, pihaknya akan menunggu fatwa resmi dari MUI pusat. “Kalau sudah keluar, kita eksekusi di sini,” ujarnya.
Larangan mudik ini dinilainya mampu menekan penyebaran covid-19. Khususnya, di pintu masuk dan keluarnya warga. Seperti di bandara dan terminal hingga pelabuhan.
“Semisal ada yang datang (dari luar kota), ada baiknya mengikuti protokol pemerintah. Ini semata-mata untuk menekan penularan virus korona,” tuturnya.
Menurutnya, masyarakat di NTB tidak banyak yang akan mudik ke luar pulau. “Paling banyak itu, dari kota ke kabupaten, tapi kami tetap imbau tetap jaga kesehatan,” tutupnya. (tea/r5) Editor : Administrator