Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ngeyel Tak Pakai Masker, Langsung Disanksi

Redaksi LombokPost • Kamis, 14 Mei 2020 | 13:56 WIB
WAJIB MASKER: Pengendara sepeda motor dan roda empat wajib mengenakan masker saat berkendara di jalanan Kota Mataram. (IVAN/LOMBOK POST)
WAJIB MASKER: Pengendara sepeda motor dan roda empat wajib mengenakan masker saat berkendara di jalanan Kota Mataram. (IVAN/LOMBOK POST)

MATARAM-Satpol PP NTB siap menindak tegas warga yang masih ngeyel tak menggunakan masker. “Besok (hari ini) sifatnya sudah tindakan, tidak lagi sosialisasi,” kata Kasatpol PP NTB Tri Budiprayitno, kemarin (13/5).


Tindakan ini sesuai instruksi gubernur NTB. “Kita sudah sepakati dengan pemerintah kota, bahkan sudah menyampaikannya. Kalau masih ada yang bandel, kita kasi tindakan,” tegasnya.


Menurut Tri, menggunakan masker bisa menekan penyebaran virus hingga 70 persen. “Jika kami temukan masih ada warga yang tidak menggunakan masker di tempat keramaian, pasar contohnya. Baik itu penjual dan pembeli, akan kami larang untuk masuk,” jawabnya.


Menurut Tri, sosialisasi sudah dilakukan tiga hari lalu. Kini masyarakat harus dengan sadar menggunakan masker ketika keluar rumah. “Tidak hanya pembeli dan pedagang, mandor di pasar juga harus pakai masker. Itu sudah kita sepakati dengan mandor di pasar-pasar,” katanya.


Selain menindak tegas warga yang bandel, Pol PP NTB juga akan menyasar sejumlah toko-toko pakaian. Menurut Tri, beberapa toko sudah menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan. Bahkan ada yang menyediakan masker dan kursi tunggu berjarak. Hal ini semata-mata untuk memutus penyebaran Covid-10 di area-area keramaian. “Jika masih ada yang tidak menyiapkan tempat usaha itu akan ditutup,” tuturnya.


Dari catatan Pol PP NTB, masyarakat di 32 titik sudah sadar akan penggunaan masker. “Angka ini menjadi modal yang bagus untuk menerapkan kedisiplinan masyarakat, khususnya di tengah Covid-19 ini,” katanya.


Saeful, salah satu warga Kota Mataram mengaku tetap menggunakan masker saat bepergian. Salah satunya, ketika mengantar istrinya berbelanja baju.


“Saya dan istri pakai masker, tapi memang ada beberapa pengunjung lainnya yang masih bandel,” katanya.


Dia setuju jika Pol PP harus menindak tegas warga yang ngeyel dan tidak mengidahkan intruksi gubernur. “Harus dong ditindak, jangan hanya kita yang pakai,” ujarnya. (tea/r5)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#masker #Antisipasi Korona