Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pendakian Rinjani Resmi Dibuka 1 Juli

Administrator • Kamis, 25 Juni 2020 | 17:43 WIB
SEGERA DIBUKA : Suasana area perkemahan di Pos Pendakian Rinjani, jalur Sembalun Lombok Timur beberapa waktu lalu. (Zulhakim/Lombok Post)
SEGERA DIBUKA : Suasana area perkemahan di Pos Pendakian Rinjani, jalur Sembalun Lombok Timur beberapa waktu lalu. (Zulhakim/Lombok Post)
MATARAM-Pemprov berencana membuka empat kawasan wisata secara bertahap. Setelah kawasan tiga gili, berikutnya wisata pendakian Gunung Rinjani, kawasan Mandalika, dan Senggigi.

”Semuanya harus menerapkan protokol Covid-19,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal dalam seminar daring Asita, tentang strategi dan kesiapan NTB menyambut wisatawan di era new normal, Rabu (24/6).

Faozal menjelaskan, dari empat kawasan wisata itu kawasan tiga gili yang benar-benar siap menyambut wisatawan. ”Semua perangkat new normal sudah disiapkan,” katanya.

Kesiapan itu dimulai dari penyiapan dua pintu masuk utama ke Lombok yakni Lombok International Airport (LIA) dan Pelabuhan Lembar. Kedua pintu masuk itu sudah menerapkan SOP pelayanan sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Pelayanan transportasi yang mengatar wisatawan dari bandara ke tempat tujuan, serta restoran yang akan disinggahi juga dipersiapkan dengan protokol Covid-19. ”Sampai di pintu masuk kawasan tiga gili juga diperiksa, mereka yang masuk harus memiliki keterangan sehat,” jelasnya.

Namun saat ini, pemprov belum menargetkan wisatawan asing. Pelaku wisata realistis dengan kondisi saat ini, sulit bisa menggaet wisatawan mancanegara. ”Kita tidak mungkin bicara mancanegara saat ini, maka domestik yang coba kita gaet,” ujarnya.

Berikutnya, pemprov bersama Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) akan membuka wisata pendakian Rinjani. Berdasarkan hasil konsultasi dengan pusat, Rinjani merupakan kawasan dengan risiko rendah. ”Ketika risiko rendah memungkinkan untuk kita buka,” katanya.

Bila tidak ada halangan, simulasi pembukaan akan dilakukan 27 Juni mendatang. Sehingga per 1 Juli, Rinjani siap dikunjungi oleh para pendaki. SOP pendakian pun sudah disiapkan bersama Balai TNGR. Protokol kesehatan Covid-19 tetap menjadi acuan. ”Kuota pendakian dibatasi 30 persen dan one day tour,  tidak diberikan bermalam,” jelasnya.

Setelah itu, giliaran kawasan Mandalika di Lombok Tengah. Dengan prinsip protokol Covid-19 kawasan itu akan dibuka lagi. ”Wisatawan bisa menikmati pantai-pantai di kawasan Mandalika dengan kekhasannya,” katanya.

Terakhir, kawasan wisata Senggigi dan sekitarnya. Berbeda dengan tiga destinasi lainnya, di Senggigi pemda akan fokus untuk penyiapan hotel-hotel, restoran dan tempat hiburan.

Semua hotel, restoran, dan tempat hiburan harus menerapkan prinsip Cleanliness, Health, and Safety (CHS). Bahkan ada rencana pemberian labelCHS.”Setelah itu maka kita nyatakan siap semua,” katanya.

Terkait tanggal pembukaan kawasan wisata Mandalika dan Senggigi, dinas pariwisata belum menentukan.

Khusus untuk konektivitas, dinas pariwisata telah membangun komunikasi dengan maskapai AirAsia. Mereka akan segera membuka rute penerbangan domestik.

Ia mengharapkan bantuan pusat untuk meyakinkan maskapai membuka kembali rute-rute  penerbangan domestik ke NTB. ”Usulan saya, kita sederhanakan (syarat) berpergian bagi warga negara ini,” harapnya.

Dengan dibukanya penerbangan domestik paling tidak pelaku industri pariwisata bisa bertahan. "Kalau satu bulan tidak bisa berbuat apa-apa, industri pariwisata bisa kolep," katanya.

Sementara Wakil Gubernur NTB Hj SittiRohmi Djalilah dalam telekonferensi tersebut mengatakan, ia memahami kondisi yang dialami pelaku pariwisata. Tapi di sisi lain membuka pariwisata ada konsekuensinya. “Karena itu pembukaan pariwisata harus dengan protokol," ujarnya.

Kalau gegabah membuka objek wisata kemudian terjadi penularan di objek wisata, itu justru akan menghancurkan pariwisata.

"Jangan sampai ada klaster objek wisata yang bisa menghantam balik pariwisata kita," katanya.

Sebelum membuka objek wisata, pemprov juga telah memastikan semua standar pencegahan penularan virus dipenuhi. Seperti kawasan wisata tiga gili beberapa waktu lalu. Hal itu harusnya diikuti objek wisata lain di NTB.

Rohmi menekankan, jika ingin perekonomian kembali pulih, maka semua kalangan harus disiplin menerapkan protokol Covid-19. (ili/r6)

  Editor : Administrator
#Gunung Rinjani #pendakian #New Normal