-----------------------------
SERBAT Jahe memang menjadi andalan Dusun Longseran Barat Selatan, Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Selain bagus untuk menjaga imunitas tubuh. Serbat Jahe ini juga bagus untuk menjaga dan menopang perekonomian warga setempat.
“Soalnya sudah mendunia dan dijual ke mancanegara,” kata Abdul Hadi, salah seorang pemilik usaha Serbat Jahe terbesar di Desa Langko.
Serbat Jahe adalah salah satu minuman tradisional khas Lombok. Minuman ini sudah lama dikenal masyarakat Suku Sasak. Hanya saja, memang masih sedikit yang menkonsumsinya. Namun, manakala pandemi Korona datang, khasiat Serbat Jahe ruanya menjadi andalan warga menjaga imunitas dan stamina tubuh.
Abdul Hadi sendiri memulai usaha Serbat Jahe semenjk 2016. Dia awalnya hanya mengolah gula aren dan jahe merah. Setelah itu baru dia mengetahui Serbat Jahe adalah minuman tradisional khas Lombok.
“Dulu awalnya coba-coba. Ternyata Serbat Jahe itu minuman tradisional khas Lombok,’’ ungkapnya.
Bahan baku Serbat Jahe cukup sederhana. Mulai dari gula aren, jahe merah, kayu manis, cabe tandan, dan kapulaga. Pembuatannya pun kurang lebih setengah jam. Lalu dilanjutkan dengan proses pengayakan dan dipacking. “Setelah itu baru kita jual,’’ katanya.
Serbat Jahe ini awalnya dijual ke warga sekitar. Lalu khasiatnya terbukti dan mulai dicari banyak orang. Kini Serbat Jahe olahan Abdul Hadi gampang didapatkan di ritel modern dan swalayan di Lombok Barat dan Kota Mataram. Tidak hanya di pasar domestik saja. Serbat jahe sudah dijual ke mancanegara.
“Kita bahkan jual sampai luar negeri. Mulai dari Singapura, Jepang, dan Malaysia,’’ tuturnya.
Abdul Hadi juga berinovasi dengan perkembangan zaman. Dibuktikan dengan Serbat Jahe dijual secara online. Penjualan online ini membuat Serbat Jahe kian berkibar. “Pesanan kita online dari Jakarta dan Pulau Jawa,’’ katanya.
Prospek usaha Serbat Jahe ini cukup menggiurkan. Untuk satu kotak Serbat Jahe berisikan enam saset. Dijual ke pasaran seharga Rp 17 ribu. ’’Sejak 2018 karyawan saya sampai sekarang sudah 18 orang,’’ ungkapnya.
Di masa pandemi, Serbat Jahe semakin banyak dicari. Karena bagus untuk menjaga imunitas tubuh. Apalagi Presiden Joko Widodo pernah meminta warga untuk menkonsumsi minuman jahe. Secara tidak langsung, serbat jahe banyak dicari setelah disampaikan presiden.
“Ibu negara juga sudah mencicipi Serbat Jahe produksi kami datang ke Lombok,’’ tuturnya.
Kini omzet Serbat Jahe semakin meningkat. Karena dijadikan salah satu item atau isi paket bantuan Jaring Pengaman Sosial NTB Gemilang. Pendapatannya warga yang memproduksi Serbat Jahe di Desa Langko pun meningkat sampai 150 persen. “Sebelumnya rata-rata omzet Rp 30 juta sebulan,’’ katanya.
Dengan Lomba Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru, Hadi mengatakan, Serbat Jahe bagus untuk ketahanan pangan. Namun tidak banyak warga yang memanfaatkannya. Warga juga disebutnya bisa membudidayakan jahe.
“Untuk warga, tentu bagus untuk menopang perekonomian,’’ katanya.
Kapolresta Mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto mengatakan, dirinya mengapresiasi kegiatan yang mendukung perekonomian masyarakat. Daerah atau tempat lainnya juga didorong agar bisa membuat terobosan yang bisa membantu perekonomian dilingkungan masing-masing.
“Serbat Jahe bisa dijadikan contoh. Selain untuk menopang perekonomian masyarakat. Juga untuk menjaga stamina dan imunitas tubuh di masa pandemi. " Itulah salah satu indikator dalam lomba kampung sehat," kata Kapolresta. (kus/r6)
Manfaat Jahe untuk Kesehatan
- Meringankan ganguan pencernaan
- Mengatasi mual karena vertigo atau pengobatan
- Meredakan rasa sakit pada otot
- Merangsang tubuh untuk detoksifikasi serta menjauhkan diri dari penyakit kulit
- Salah satu tanaman obat pencegah kanker
- Obat bagi penderita peradangan sendi
- Baik dikonsumsi untuk menjaga berat badan
- Meningkatkan daya tahan tubuh
Sumber: Diolah Lombok Post
Editor : Administrator