Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waspada, Siswa Berpotensi Jadi Penyebar Senyap Virus Korona!

Baiq Farida • Kamis, 3 September 2020 | 15:07 WIB
dr Hj Nurhandini Eka Dewi
dr Hj Nurhandini Eka Dewi
MATARAM-Di tengah desakan banyak pihak membuka kelas tatap muka, Dinas Kesehatan (Dikes) NTB mengingatkan risiko yang dihadapi sangat besar. Para siswa berpotensi menjadi penyebar virus secara senyap. ”Mereka ini merupakan silent spreader, penular yang tidak berbunyi,” kata Kepala Dikes NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, Rabu (2/9/2020).

Penyebar senyap atau silent spreader, kata Eka, merupakan penyebar virus yang tidak disadari banyak orang. ”Karena anak kecil itu kan sistem imunnya belum sempurna,” katanya.

Ketika orang tua tidak telaten mengajari protokol Covid-19, kemudian anak bertemu dengan orang positif Covid-19 tanpa gejala, dia akan tertular. Jika orang itu membawa 100 kuman, maka semuanya langsung masuk ke tubuh anak tanpa penolakan. ”Kalau kita (orang dewasa) kan ada yang mental karena sistem kekebalan tubuh sudah terbentuk,” jelasnya.

Ketika sudah tertular, kadang-kadang anak tidak menampakkan gejala. Sehingga orang tua tidak menyadari anaknya terjangkit virus. Anak-anak dianggap steril dan bebas virus. ”Karena dia punya kuman yang banyak dia akan menulari banyak orang. Tanpa kita sadari dia adalah sumber penularan,” ujar Eka.

Itulah risiko yang harus diantisipasi jika kelas tatap muka benar-benar dibuka. Di sisi lain, anak-anak lebih susah dikontrol dibandingkan orang dewasa.

Meski pemprov akan membuka sekolah percontohan, NTB dinilainya belum layak membuka kelas tatap muka. ”Belum ada daerah kuning dan hijau, SKB empat menteri kan jelas itu, balikkan ke sana,” katanya.

Kalau pun 14 September mendatang uji coba pembukaan sekolah, itu harus dilakukan dengan protokol Covid-19 ketat. Ketentuan itu tidak bisa ditawar-tawar lagi. ”Harus mengikuti protokol,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah meminta pemerintah segera membuka kelas tatap muka. Terutama bagi sekolah yang berada di wilayah zona hijau Covid-19.

Di tengah pandemi Covid-19, ia menyadari bahaya penularan virus mengancam para siswa. Namun kondisi itu tidak boleh membuat pemerintah kehilangan akal. ”Justru tantangannya di sana,” katanya.

Sistem pembelajaran daring dinilai tidak efektif. Banyak keluhan dari orang tua dan siswa. Warga yang hidup di daerah terpencil kadang tidak bisa mengakses pelajaran dengan baik.

Meski dilanda pandemi Covid-19, pemerintah tidak boleh seperti orang ketakutan berlebihan. ”Agenda-agenda peningkatan sumber daya manusia harus tetap dijalankan,” ujar politisi PKB tersebut. (ili/r5)

 

 

  Editor : Baiq Farida
#Kepala Dikes NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi #Covid-19 #Silent Spreader #Sekolah Buka