-------------
TIGA pemenang Lomba Kampung Sehat di Sumbawa menolak berpuas diri. Itu sebabnya, ketiganya menncapkan misi untuk bisa berkibar di level provinsi.
”Apa yang dirasa masih kurang mulai dibenahi dan ditata oleh masing-masing pemenang,” kata Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra.
Yang ditata terutama penambahan keasrian lingkungan. Masing-masing menambah tanam-tanaman supaya membuat desa mereka menjadi hijau. ”Kalau hijau lebih enak dilihat dan dipandang. Juga kelihatan lebih bersih dan sejuk,” jelasnya.
Pembenahan desa menjadi lebih asri itu dilkaukan secara gotong royong oleh masyarakat. Mereka bahu membahu membersihkan lingkungannya. ”Jadi untuk penanganan sampah di desa itu sudah ditangani pihak desa,” ucapnya.
Untuk membuat lingkungan desa semakin asri. Beberapa rumah diminta untuk menanam tanaman secara hidroponik. ”Langkah itu juga bentuk membantu masyarakat dalam ketahanan pangan,” kata dia.
Rencananya, masyarakat akan menambah penanaman hidroponik. Supaya halaman rumah mereka hijau dan bermanfaat dalam penunjang ketahanan pangan. ”Semua kita kerjakan dengan gotong royong,” ucapnya.
Tak hanya itu, tempat olahraga untuk mendorong masyarakat senantiasa hidup sehat juga dihidupkan. Contohnya saja di Desa Samapuin, warga desa gotong royong membangun jogging track di wilayah persawahan.
”Tempat itu dimanfaatkan sebagai tempat jogging bagi warga. Biasanya banyak orang jogging di waktu subuh,” ujarnya.
Tempat tersebut selalu menjadi idaman warga berolahraga karena lingkungannya masih alami. Udara segar di waktu subuh dengan view persawahan membuat badan lebih segar dan bugar. ”Jadi, untuk terhindar dari Covid-19, kita juga mesti menjaga kesehatan. Caranya, menjalankan pola hidup sehat,” kata Widy.
Tak hanya itu, di tiga desa itu juga menyiapkan posko Covid-19. Di posko tersebut masyarakat berjaga secara bergantian.
Mendata masyarakat yang baru datang dari daerah lain yang notabene masuk daerah zona merah. Mereka mendorong para pendatang untuk mengisolasi diri di posko tersebut. ”Sejak Covid-19 mewabah desa tersebut sudah membuat jadwal piket untuk penanggulangan Covid-19,” bebernya.
Dengan upaya tersebut, masyarakat di tiga desa tersebut terhindar dari penyebaran Covid-19. Sekarang desa tersebut sudah masuk zona hijau. ”Dulu pernah ada terpapar. Tetapi, sekarang sudah sembuh,” ucapnya.
Khusus untuk penanganan keamanan, masing-masing desa juga sudah menyiapkan pos kamling. Masyarakat bergiliran melakukan penjagaan malam. ”Kasus pencurian di tiga desa itu berhasil ditekan. Karena, penjagaan malam yang intens dilakukan,” bebernya.
Tim keamanan bukan saja melakukan penjagaan. Namun, juga bertugas menyelesaikan persoalan masyarakat. ”Masing-masing desa itu membuat rumah mediasi untuk menyelesaikan persoalan. Hal itu terus dipertahankan ,” ungkapnya.
Yang menjadi persoalan warga adalah kejenuhan. Namun, dengan tiga desa masuk tingkat provinsi membuat mereka semakin bersemangat lagi. ”Mereka bertekad untuk menjadi juara dalam Lomba Kampung Sehat ini,” kata dia. (arl/r6) Editor : Administrator