Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tahun Depan, 28 Kapal Pesiar Antre Masuk NTB

Baiq Farida • Selasa, 17 November 2020 | 15:25 WIB
SIAP MASUK KAPAL: Truk muatan barang-barang ekspor hasil pertanian Provinsi NTB siap masuk kapal di Pelabuhan Gili Mas, beberapa hari lalu. (Nurul/Lombok Post)
SIAP MASUK KAPAL: Truk muatan barang-barang ekspor hasil pertanian Provinsi NTB siap masuk kapal di Pelabuhan Gili Mas, beberapa hari lalu. (Nurul/Lombok Post)
MATARAM-Kedatangan kapal pesiar menuju NTB terhalang pandemi covid. Meski masih tersisa lima slot hingga akhir tahun nanti. ”Tidak ada yang jalan juga. Ini untuk seluruh Indonesia,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB H Lalu Mohammad Faozal.

Di masa pandemi, pemerintah belum membuka lalu lintas kapal pesiar. Baik yang masuk maupun ke luar dari Indonesia. Kebijakan ini berdampak juga ke NTB. Apalagi hampir setiap bulan kapal pesiar berlabuh di sejumlah tempat di NTB.

Pemprov, kata Faozal, masih menunggu hingga akhir tahun ini. Apakah ada perubahan kebijakan soal izin labuh kapal pesiar ke NTB. ”Saya sudah kontak Pelindo III. Mereka juga belum dapat kepastian soal regulasi ini,” ujarnya.

Untuk saat ini, tidak ada lalu lintas kapal pesiar maupun yacht. Kecuali mereka yang sudah lebih dulu berada di NTB, sebelum pandemi covid terjadi. ”Di Lombok Utara ada beberapa yacht yang tidak bisa pulang. Izin tinggal mereka akhirnya diperpanjang,” jelas Faozal.

Meski berpotensi kosong kunjungan wisatawan dari kapal pesiar hingga akhir 2020, tidak demikian dengan tahun depan. Informasi yang ia terima, sudah ada 28 kapal pesiar yang mengantre. Untuk bersandar di Pelabuhan Gili Mas milik Pelindo III.

”Mudah-mudahan kalau sudah buka, di awal tahun depan kita sudah bisa menerima kunjungan wisatawan dari kapal pesiar,” katanya.

Pergerakan pariwisata bergantung penuh pada pengendalian covid. Ia belum bisa memastikan juga apakan kondisi 2021 lebih baik dibandingkan tahun ini. Apalagi masih banyak negara yang belum mengeluarkan izin ke luar bagi warganya.

”Apakah 2021 normal? Tentu tidak bisa kita jawab. Makanya soal protokol kesehatan, itu kita kedepankan terus,” imbuh Faozal.

Ketidakpastian kondisi di 2021, membuat dispar mengubah strategi pariwisata mereka. Salah satunya dengan mengincar pasar domestik dan lokal. Juga memperkuat branding meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE).

Sejauh ini, Faozal mengatakan, okupansi sejumlah hotel di destinasi wisata cukup baik. Terutama di akhir pekan. Begitu juga MICE, yang setiap hari dilaksanakan di hotel-hotel di NTB. ”Yang menggembirakan di sana. Sudah banyak wisatawan lokal yang menghidupkan destinasi kita,” tandasnya.

Sementara itu, GM Pelindo III Baharudin mengatakan, sudah ada daftar booking kapal pesiar yang mereka terima. Termasuk rencana hotel terapung dari kapal pesiar untuk mendukung event MotoGP. ”Kita sudah siap menerima,” kata Baharudin.

Kedatangan kapal pesiar yang berlabuh di Gili Mas, akan memberi kontribusi lebih luas untuk masyarakat. Salah satu yang dipikirkan Pelindo III adalah pengembangan UMKM dil wilayah Lembar dan Sekotong. Tidak sekadar menyediakan tempat semata, harus ada juga standarisasi yang baku untuk produk UMKM.

”Supaya brandnya. Bisa dijual untuk wisatawan-wisatawan asing yang datang,” kata Baharudin. (dit/r5)

  Editor : Baiq Farida
#kunjungan #Kapal Pesiar #Kepala Dispar NTB H Lalu Mohammad Faozal