Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Target Meleset, Dispar NTB Fokus Wisatawan Domestik dan Lokal

Baiq Farida • Jumat, 20 November 2020 | 14:36 WIB
HARUS DIMAKSIMALKAN: Dua orang wisatawan berjalan  di depan salah satu restoran yang berdiri di atas lahan Pemprov NTB di Gili Trawangan, beberapa waktu lalu. (Dok/Lombok Post)
HARUS DIMAKSIMALKAN: Dua orang wisatawan berjalan di depan salah satu restoran yang berdiri di atas lahan Pemprov NTB di Gili Trawangan, beberapa waktu lalu. (Dok/Lombok Post)
MATARAM-Target kunjungan wisatawan ke NTB dipastikan tidak bisa dicapai tahun ini. ”Pengaruh paling besar tentu akibat pandemi covid ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB HL Mohammad Faozal.

Di awal tahun ini, dispar mulanya menargetkan angka kunjungan wisatawan sebanyak 4,5 juta orang. Dengan rincian dua juta wisatawan mancanegara dan sisanya berasal dari wisatawan domestik.

Target ini kemudian dinaikkan gubernur NTB ketika rapat koordinasi sektor pariwisata pada Maret lalu. Gubernur meminta target kunjungan wisatawan domestik naik menjadi lima juta orang. Sehingga total target wisatawan menjadi tujuh juta orang.

Tak lama setelah rakor tersebut, covid mulai menjangkiti Provinsi NTB. Pandemi ini secara langsung memukul sektor pariwisata. Hotel-hotel kosong. Destinasi wisata sepi kunjungan.

Dengan kondisi pandemi covid, dispar mencoba realistis. Sebab, setiap pergerakan orang untuk berwisata akan menghitung faktor keselamatan hingga kesehatan di destinasi wisata, apabila melakukan perjalanan.

Karena itu, disinggung soal angka kunjungan wisatawan hingga saat ini, Faozal tak bisa memastikannya. Di sisi lain, kondisi pandemi sudah pasti membuat target kunjungan wisata tidak bisa tercapai.

”Tidak bisa kita menghitung sekarang pergerakan orang (berwisata) secara pasti. Kasus ini bukan hanya di kita, tapi semua. Termasuk Bali,” tuturnya.

Menjelang akhir tahun, dengan upaya reaktivasi, kegiatan meeting; incentive; convention; dan exhibition (MICE) mulai membuat sektor pariwisata menggeliat. Kementerian, lembaga, hingga korporasi banyak mengadakan MICE di NTB.

”Yang bergerak sementara ini MICE,” sebut Faozal.

Kondisi pariwisata bergantung penuh dengan pandemi covid. Yang masa berakhirnya belum bisa dipastikan kapan. Semakin lama berakhir, berpotensi membuat sektor pariwisata semakin lama terpuruk.

Kata Faozal, fokus dispar saat ini mendorong Lombok maupun Sumbawa menjadi destinasi MICE. NTB bisa diuntungkan dengan adanya status destinasi super prioritas untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah. ”Itu yang mendorong orang untuk datang,” ujarnya.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Anita Achmad mengatakan, pandemi membuat pergerakan BPPD terbatas. Termasuk melakukan promosi pariwisata. ”Promosi bertemu dengan banyak orang langsung, itu mustahil dilakukan saat ini,” kata Anita.

Dengan kondisi pandemi, pasar domestik dan lokasi merupakan sasaran yang realistis untuk pariwisata NTB sekarang ini. Rencananya, Desember nanti BPPD akan membuat great sale, melibatkan hotel-hotel di Bumi Gora.

Anita meminta pengusaha hotel untuk membuat harga sebaik mungkin. Agar bisa menarik wisatawan lokal dan domestik. Untuk bisa liburan, melepas penat dengan rutinitas pekerjaan setiap hari.

”Kita punya banyak pilihan (hotel), dengan harga spesial, wisatawan domestik maupun lokal bisa mengisi. Setidaknya ada untuk menutupi biaya operasional,” jelas Anita. (dit/r5)

 

  Editor : Baiq Farida
#Kunjungan Wisatawan ke NTB #Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal #Target Kunjungan Wisatawan #mice