Khusus di NTB, pandemi Covid-19 telah memacu kemajuan dan pengembangan sejumlah sektor. Salah satunya UKM/IKM.
"Tidak selamanya musibah seperti Korona ini mendatangkan petaka dan bencana, tapi kadang-kadang kalau disikapi dengan cara yang pas, insya Allah ujian dari Allah ini justru mendatangkan keberkahan buat UKM-UKM kami," kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menjadi keynote speaker dalam diskusi publik secara virtual yang digelar Center for Indonesian Reform (CIR), Komunitas Sahabat Depok (KSD), dan Viral Consulting dengan tema "Membangun Daerah Percontohan Pasca Pandemi Covid-19", Jumat (22/1).
Pada kesempatan itu, Bang Zul, sapaan akrab gubernur NTB, memaparkan upaya-upaya yang telah dilakukan Pemprov NTB selama masa pandemi. Ada dua hal yang disebut menjadi fokus Pemprov. Yakni aspek kesehatan dan aspek perekonomian.
Bang Zul menjelaskan pentingnya berbagi peran dalam penanganan pandemi Covid-19. Seperti dilakukan Pemprov NTB, dalam hal ini Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah yang sangat serius dalam aspek kesehatan sekaligus penanggulangan Covid-19 di NTB.
Sementara gubernur fokus pada aspek perekonomian yang terpuruk selama pandemi. Menurutnya, wabah Covid-19 jangan sampai mematikan perekonomian masyarakat.
Salah satu upaya pemerintah meringankan beban masyarakat adalah pemberian bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS). Ini dijadikan peluang oleh Pemprov NTB sebagai langkah menghidupkan UKM/IKM yang sempat terpuruk di awal pandemi Covid-19.
"Namanya Jaring Pengaman Sosial Gemilang, jadi kami berikan kepada masyarakat itu komoditas, yakni langsung dalam bentuk-bentuk barang. Tapi dengan catatan, barang ini harus diproduksi dari lokal sendiri," ujar Bang Zul.
Ia mengakui, saat ini produk lokal kerap dipandang sebelah mata dan kurang kompetitif. Terlebih harganya cenderung mahal dan kualitasnya masih kalah dibanding produk impor. Namun, Bang Zul menyebut ada nilai pembelajaran yang bisa didapatkan pelaku UKM/IKM. Dengan hal ini, UKM/IKM diharapkan terus memperbaiki kualitasnya sehingga mampu bersaing dengan produk-produk yang sudah lebih dulu eksis di pasaran.
"Awalnya hanya 400 UKM yang terlibat. Ketika kita kasih kesempatan, kita berikan modal, kemudian produk-produknya diambil oleh pemerintah, kemudian kita distribusikan ke masyarakat, pada bulan ketiga dari program JPS Gemilang ini, kita sudah melibatkan 5.000 UKM," tuturnya.
Bang Zul bersyukur JPS Gemilang telah turut kembali menumbuhkan semangat dan geliat perekonomian masyarakat NTB. Melalui upaya ini pula, semangat membeli dan mencintai produk lokal diharapkan tumbuh di kalangan masyarakat.
"Mudah-mudahan semangat membeli produk lokal itu betul-betul menyebabkan UKM-UKM kita yang tadinya tidak punya kerja sekarang sibuk 24 jam di rumah menyiapkan produk-produknya yang akan disampaikan pada pemerintah melalui program ini," tutupnya. (ewi/r1) Editor : Administrator