Lima desa yang menjadi lokasi pelaksanaan program desa pangan aman itu adalah Desa Penyaring di Kecamatan Moyo Utara, Desa Mama di Kecamatan Lopok, Desa Pernek di Kecamatan Moyo Hulu, Desa Poto di Kecamatan Moyo Hilir, dan Desa Dalam di Kecamatan Alas. Empat desa di antaranya telah melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) keamanan pangan untuk komunitas desa dan fasilitasi keamanan pangan, 21- 25 Juni 2021. “Sedangkan satu desa yaitu Desa Dalam di Kecamatan Alas akan dilaksanakan menyusul,” kata Kepala BBPOM di Mataram I Gusti Ayu Adhi Aryapatni.
Dia menjelaskan, gerakan keamanan pangan desa diinisiasi Badan POM sejak 2014. Gerakan ini bertujuan meningkatkan partisipasi dan peran aktif masyarakat mewujudkan pangan yang aman dan bergizi serta pemenuhan keamanan pangan di desa.
Aryapatni menyampaikan, bimtek dan fasilitasi keamanan pangan di masing-masing desa di Sumbawa dilaksanakan selama dua hari. Pesertanya 50 orang yang berasal dari komunitas ibu rumah tangga, remaja, sekolah, ritel, pelaku usaha pangan siap saji, dan komunitas pelaku usaha pangan olahan.
Pada hari pertama, sebelum bimtek dilakukan pengambilan data gap assessment pre intervensi. “Tujuannya untuk mengetahui pengetahuan peserta tentang keamanan pangan dan mendapatkan data penerapan keamanan pangan sebelum intervensi,” kata Aryapatni.
Dia awal bimtek, petugas BBPOM di Mataram memberikan penekanan agar para kepala desa beserta perangkat desa dan kader serta komunitas desa untuk sungguh-sungguh melaksanakan program dan memperhatikan poin-poin penting. Antara lain perlunya segera disusun program keamanan pangan desa dengan dukungan dana desa dan perlunya disusun kebijakan-kebijakan desa dalam mendukung program desa pangan aman ini.
Materi disampaikan petugas BBPOM di Mataram, Dinas Kesehatan, dan kader keamanan pangan desa. Materi yang disampaikan antara lain keamanan pangan, 5 kunci keamanan pangan untuk keluarga, 5 kunci keamanan pangan untuk sekolah, 5 kunci keamanan pangan untuk ritel, 5 kunci keamanan pangan untuk siap saji, mencegah dan menangani keracunan pangan, aplikasi keamanan pangan dan materi untuk pemenuhan SPP-IRT. “Secara umum para kader dan komunitas sangat aktif dan atusias mengikuti bimtek ini,” katanya.
Di hari kedua, petugas BBPOM di Mataram dan Dinas Kesehatan Sumbawa bersama kader keamanan pangan desa melaksanakan fasilitasi keamanan pangan kepada peserta komunitas desa untuk memberikan pendampingan penerapan keamanan pangan. Kader keamanan pangan desa juga mengambil sampel dan pengujian pangan yang diduga mengandung bahan berbahan berbahaya boraks, formalin, dan rhodamine-b. “Sampel diambil di rumah tangga, pangan di sarana ritel, pangan jajanan anak sekolah, dan pangan dari uasaha IRT,” tutur Aryapatni.
Para kepala desa, kader keamanan pangan desa, dan komunitas desa berkomitmen mengimplementasikan keamanan pangan dalam keseharian, baik di tingkat ibu rumah tangga, penjaja makanan di sekolah, pedagang kreatif lapangan, pelaku usaha ritel, pelaku usaha pangan siap saji, industri rumah tangga, dan seluruh masyarakat desa.
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan di Mataram memberikan layanan: informasi dan pengaduan konsumen; layanan informasi pengujian obat dan makanan; layanan sertifikasi obat dan makanan secara gratis. Hubungi kami di Jl. Caturwarga, Mataram atau WA: 087871500533.
Senin-Kamis: 08.00-16.30 Wita, Jumat: 08.00-16.00 Wita. (*/r1) Editor : Administrator