Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gubernur NTB: MXGP Hampir Pasti Digelar di Kawasan Samota

Redaksi • Kamis, 13 Januari 2022 | 12:00 WIB
H Zulkieflimansyah. (DOK/LOMBOK POST)
H Zulkieflimansyah. (DOK/LOMBOK POST)
MATARAM-Peluang Motocross Grand Prix (MXGP) digelar di Pulau Sumbawa semakin terbuka lebar. ”Tim dari MXGP sudah turun lagi ke Sumbawa, untuk melihat langsung lokasi yang direncanakan. Semoga lancar,” kata Gubernur H Zulkieflimansyah.

MXGP rencananya digelar di NTB pada Juni 2022 dengan dua pilihan lokasi. Pertama, di Pulau Lombok, dekat dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Yang kedua, berada di kawasan Samota, yakni Teluk Saleh, Moyo, dan Tambora.

Sejauh ini, Zul menyebut Samota masih menjadi pilihan utama untuk menggelar MXGP. Dengan alasan kontur wilayah yang cocok untuk balapan motocross. Untuk memastikan hal tersebut, tim MXGP akan melakukan peninjauan langsung di lokasi mana di Kawasan Samota, yang cocok untuk menjadi lokasi balapan.

Ini jadi survei kedua,” ujarnya.

Ia mengatakan, pemprov ingin dua pulau besar di NTB, yakni Lombok dan Sumbawa bisa menjadi tuan rumah event internasional, yakni MotoGP dan MXGP. Pilihan agar MXGP digelar di Pulau Sumbawa, juga tak lepas dari keinginan panitia MotoGP. Untuk ajang balapan dengan gengsi yang serupa.

Di kejuaran balap motor kelas dunia, MXGP setara dengan MotoGP. Sama-sama berada di tingkat elite. Namun, karakteristik balapan keduanya berbeda. MXGP digelar di trek tanah serta bergelombang dan tak jarang becek. Sementara MotoGP pada sirkuit megah dengan aspal mulusnya.

Panitia MotoGP juga ingin jangan sampai positioning sama. Digelar di lokasi yang sama, padahal karakter MotoGP dengan MXGP itu berbeda,” kata Zul.

Hanya saja, tantangan yang dihadapi akan cukup berat jika MXGP jadi digelar di Pulau Sumbawa. Infrastruktur pariwisata, seperti akomodasi, di Pulau Sumbawa tidak sebaik dan sebanyak di Pulau Lombok. Padahal penonton MXGP diperkirakan bisa mencapai ratusan ribu orang.

Kemudian soal aksesibilitas. Di Pulau Sumbawa tidak ada bandara yang bisa didarati pesawat berbadan besar dan lebar, untuk mengangkut logistik tim dari MXGP. Sebaliknya, Pulau Lombok ada Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, yang pada saat WSBK lalu, didarati pesawat pembawa logistik balapan Boeing 777.

Gubernur mengatakan, persoalan akomodasi yang terbatas bisa diatasi dengan glamping. Yakni perkemahan modern di alam dengan fasilitas yang memadai. ”Jadi masalah akomodasi bisa selesai dengan glamping ini,” sebutnya.

Sebelum berangkat ke Kawasan Samota, tim MXGP lebih dulu melakukan koordinasi dengan gubernur NTB di pendopo, kemarin.

Direktur RSUP NTB dr H Lalu Herman Mahaputra, yang juga ikut dalam rapat tersebut, mengatakan, MXGP hampir pasti digelar di Kawasan Samota. ”Lokasinya itu di areal yang di depan Pulau Moyo,” katanya. (dit/r5) Editor : Redaksi Desain Grafis
#MotoGP #Samota #MXGP