Tidak semua rumah yang dibangun berada di atas lahan milik masyarakat. Ada 89 unit yang masuk kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan 107 unit di lahan milik pribadi.
Untuk program ini, Ditjen Perumahan memberikan stimulan sebesar Rp 20 juta per unitnya. Kepada masyarakat penerima bantuan. Dengan skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). ”Dilakukan swadaya, satu unitnya diberikan Rp 20 juta,” ujarnya.
Stimulan tersebut dikhususkan untuk masyarakat miskin, yang rumahnya berada di sekitar Sirkuit Pertamina Mandalika. Iwan menyebut program ini sebagai direktif langsung dari Presiden Joko Widodo yang telah dimulai di awal Januari dan diharapkan bisa tuntas di akhir Februari. ”Selesai akhir Februari. Tepat sebelum MotoGP,” sebut Iwan.
Katanya, momentum MotoGP menjadi kesempatan bagi Indonesia, khususnya Provinsi NTB, untuk membangkitkan ekonomi masyarakat. Sehingga Kementerian PUPR dipastikan akan bekerja dengan maksimal untuk membantu pembangunan dan peningkatan infrastruktur pendukung MotoGP.
”Semata-mata untuk momentum kebangkitan ekonomi nasional pascapandemi covid,” tuturnya.
Selain soal rumah, Ditjen Perumahan juga menggarap fasilitas akomodasi untuk penonton MotoGP. Bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Iwan menyebut ada 398 unit homestay yang disiapkan. Sebanyak 300 homestay berada di lingkar Mandalika dan 98 unit lainnya ada di tiga gili di Kabupaten Lombok Utara (KLU). ”Bukan cuma soal huniannya, tapi juga kemampuan masyarakat untuk menerima tamu. Kaitannya dengan hospitality,” jelas Iwan.
Soal anggarannya, Iwan menyebut belum dihitung secara lebih detail. Pemerintah saat ini hanya fokus kerja untuk segera menyelesaikan sejumlah kekurangan untuk balapan MotoGP. Nanti jumlah anggaran akan dihitung sesuai dengan ruang lingkup yang telah dikerjakan.
”Karena waktunya cukup pendek, multi sektor. Ada payung hukumnya di Perpres Nomor 116 Tahun 2021,” kata Iwan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB H Ridwan Syah mengatakan, ratusan rumah di areal depan Sirkuit Pertamina Mandalika yang ditata. Dan diperbaik menghilangkan kesan kumuh. Begitu juga dengan kios maupun warung milik masyarakat juga dipercantik.
Termasuk juga drainase di kiri dan kanan jalan akan dirapikan dan diperlebar. Agar mampu menampung lebih banyak air saat musim hujan.
”Saluran rapi. Rumah-rumah di sana ditata, supaya tidak kumuh. Sekaligus memberi peluang, siapa tahu bisa dibuka untuk homestay,” katanya. (dit/r5) Editor : Redaksi Desain Grafis