"Perlu ada verifikasi, mengingat vaksin ini tujuannya baik sehingga harus aman dan halal," ujar anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Jumat (14/1/2022).
Politisi muda yang karib disapa Yongki ini menilai, NTB saat ini menjadi sorotan publik. Tidak saja nasional, tapi sorotan dunia menyusul pelaksanaan MotoGP 2022 yang akan melibatkan puluhan ribu orang.
Dengan kedatangan Presiden RI Joko Widodo ke Lombok Tengah yang mengecek kesiapan MotoGP, dinilai bentuk keseriusan pemerintah menyukseskan MotoGP dan event internasional lainnya di NTB.
Selain itu, vaksin halal dan aman ini menjadi harapan yang dinanti oleh masyarakat Indonesia karena merupakan hajat bersama. Vaksin halal, sejak awal sudah menjadi perhatian masyarakat, menjadi perhatian ulama dan menjadi perhatian tokoh-tokoh muslim.
"Sehingga tidak ada jalan lain kecuali harus memenuhi syarat, yakni melaksanakan vaksin halal untuk vaksinasi booster," tegas anggota Fraksi PKB DPRD NTB ini.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. H Lalu Hamzi Fikri mengatakan, vaksinasi booster akan diluncurkan pada 19 Januari 2021 di RS Mandalika, Lombok Tengah, NTB. Sasarannya adalah usia 18 tahun ke atas dan sudah memperoleh vaksin lengkap minimal enam bulan sebelumnya.
Adapun vaksin yang digunakan, sambungnya, berdasarkan ketersediaan dan perkembangan hasil penelitian dari BPOM, ITAGI, dan WHO.
"Saat ini ada tersedia vaksin Pfizer, ke depan bisa Moderna atau AZ sesuai ketersediaan dari pusat," tambahnya.
Sebagai informasi, gerakan untuk penggunaan vaksin halal akhir-akhir ini mulai mencuat. Bahkan, MUI melalui Sekretaris Jenderal Amirsyah Tambunan mendesak pemerintah menyiapkan dosis vaksin Covid-19 halal yang cukup untuk umat muslim di Indonesia. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida