Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dispar dan Dishub NTB Sinergikan Ketersediaan Transportasi dan Akomodasi

Redaksi • Rabu, 19 Januari 2022 | 10:08 WIB
H Yusron Hadi. (DIDIT/LOMBOK POST )
H Yusron Hadi. (DIDIT/LOMBOK POST )
MATARAM-Dinas Pariwisata (Dispar) dan Dinas Perhubungan (Dishub) NTB sepakat berkolaborasi. Membentuk tim kecil untuk mensinergikan ketersediaan akomodasi dan transportasi, menunjang event MotoGP.

”Sinergi ini sangat penting. Apalagi transportasi dan akomodasi tidak bisa berdiri sendiri-sendiri,” kata Kepala Dispar NTB H Yusron Hadi, kemarin (18/1).

Menurut Yusron, sinergi ini akan membantu destinasi maupun penginapan wisata hingga penonton selama event MotoGP berlangsung di NTB. Penonton dimudahkan untuk aksesibilitasnya ke seluruh destinasi, termasuk ketika hendak menuju Pertamina Mandalika International Street Circuit.

”Sebaliknya penginapan yang sudah kita siapkan, tidak efektif. Karena tidak ada transportasi yang membawa ke Mandalika,” ujarnya.

Kolaborasi Dispar dan Dishub juga sebagai upaya peningkatan kesiapan pemprov menghadapi event MotoGP. Dibutuhkan sinergi dan kerja holistis dari seluruh stakeholder. Apalagi ada potensi NTB kedatangan hingga 100 ribu wisatawan, setelah Presiden Joko Widodo menyetujui penambahan kuota penonton untuk MotoGP.

Pemantapan kerja bersama, antara dispar dan dishub, kata Yusron, kita dimatangkan dalam rapat pemetaan ketersediaan akomodasi dan transportasi. Ia menyebut ada 8 rekomendasi dari pertemuan yang dipimpin Sekda NTB. Mulai dari aspek transportasi dan penginapan serta peran kabupaten/kota, asosiasi, hingga pemerintah desa untuk dukungan event MotoGP.

Tim kecil yang telah dibentuk, tugasnya mengurai masalah transportasi dan penginapan. Tim ini juga akan turun ke kabupaten/kota, untuk melihat persiapan di lapangan.

”Turun ke lapangan itu sekalian pemantapan kesiapan. Tim akan bertemu pengambil kebijakan di pemda,” sebut Yusron.

Kepala Dishub NTB HL Mohammad Faozal mengatakan, pengalaman di event World Superbike (WSBK) menjadi acuan untuk kesiapan transportasi saat MotoGP. ”Tinggal nanti kita mantapkan mana yang kurang-kurang,” katanya.

Faozal menyebut persiapan transportasi untuk MotoGP terus dimatangkan. Manajemen lalu lintasnya tak jauh beda saat perhelatan World Superbike (WSBK) pada November tahun lalu. Bedanya hanya dari kuantitas penonton.

Setelah diberi izin kehadiran 100 ribu penonton yang berasal dari  masyarakat lokal, wisatawan domestik maupun internasional, dipastikan ada penambahan jumlah armada transportasi, seperti bus maupun mobil. Hanya saja, berapa jumlah tambahan armada transportasi untuk mengangkut penonton menuju Pertamina Mandalika International Street Circuit, belum dipastikan dishub.

”Kita lihat nanti dari jumlah existing penontonnya. Baru setelah itu bisa kita ukur berapa penambahan armada,” ujarnya.

Selain persoalan armada bus, Dishub NTB juga mengatensi mengenai kapal cepat dari Bali menuju Pulau Lombok. Faozal mengatakan, operasional kapal cepat akan dioptimalkan. Namun dengan tetap melihat peluang pasar di Bali. Sehingga bisa disesuaikan dengan jumlah kapal cepat yang akan dioperasikan.

”Demandnya masih kita lihat. Kalau sekarang kan belum kelihatan. Kalau sudah, baru kita sesuaikan, yang jelas kapalnya siap,” kata Faozal. (dit/r5) Editor : Redaksi Desain Grafis
#Dishub NTB #transportasi #Dinas Pariwisata NTB