”Yang 5 ribu unit ini asumsinya untuk penonton sebanyak 65 ribu. Lebih dari itu, ya ndak cukup,” kata Ketua DPD Organda NTB Junaidi Kasum.
Jumlah kebutuhan tersebut mengacu saat perhelatan World Superbike (WSBK) November tahun lalu. Saat itu, kendaraan yang beroperasi menunjang transportasi di WSBK mencapai 3.100 unit. Rinciannya, angkutan transportasi online 1.800 unit; angkutan sewa khusus 800 unit; dan taksi 500 unit.
Kemudian, ada penambahan kendaraan dari luar daerah, yang jumlahnya hingga 15 persen. ”Jadi kebutuhan kita untuk saat ini setidaknya 4.000 sampai 5.000 unit itu,” jelasnya.
Sekarang ini, Organda membutuhkan informasi lanjutan dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) maupun Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Mengenai berapa sebenarnya jumlah tiket MotoGP yang telah terjual.
Katanya, setidaknya di pertengahan Februari ini Organda bisa memperoleh informasi tersebut. Sehingga bisa segera menyiapkan kebutuhan transportasi bagi penonton MotoGP. Berdasarkan jumlah tiket yang sudah terjual. ”Kalau tertutup soal tiket ini, kita kesulitan juga nanti,” tuturnya.
Lebih lanjut, Junaidi Kasum mengatakan, ribuan kendaraan angkut untuk penonton perlu didatangkan dari luar daerah. Apalagi jika tiket MotoGP yang terjual mencapai batas maksimal penonton yang diperbolehkan, yakni 100 ribu orang.
”Minimal 1.000 kendaraan dari luar daerah. Mereka yang dari luar kemudian beli tiket, pasti dengan transportasinya juga itu,” kata Junaidi.
Guna menunjang transportasi selama MotoGP, pemerintah tidak saja mengeluarkan kebijakan soal angkutan sewa khusus, tapi juga menjamin ketersediaan bus gratis. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB HL Mohammad Faozal mengatakan, persoalan transportasi dipastikan siap sebelum 18 Maret.
Ada tiga poin yang menjadi atensi Dishub. Pertama, manajemen dan rekayasa lalu lintas. Dishub ingin memastikan di mana simpul pergerakan penonton dan seperti ada moda transportasinya.
”Kemudian bagaimana penonton ini bergerak dari simpul itu ke Mandalika,” kata Faozal.
Kedua, kesiapan daya dukung. Seperti pelabuhan dan bandara. Serta kesiapan moda transportasi untuk mengangkut penonton. Saat ini, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 278 shuttle bus untuk mengangkut penonton MotoGP.
”Masyarakat bisa menggunakan dengan gratis, asal di punya tiket (nonton) MotoGP,” ujarnya.
Shuttle bus akan beroperasi di enam titik. Pelabuhan Gili Mas dan Lembar di Lombok Barat; Pelabuhan Bangsal di Lombok Utara; eks Bandara Selaparang, Kota Mataram; Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid, di areal kedatangan dan eks embarkasi haji; serta di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur.
”Feeder atau alat angkut ini segera kita lakukan ram check, memastikan mereka layak beroperasi,” sebut Faozal.
Dishub sendiri menyiapkan, 81 unit bus. Yang akan wira-wiri khusus di areal Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Mengangkut penonton dari parkir timur dan parkir barat, menuju Sirkuit Pertamina Mandalika.
”Kita juga hitung lagi area parkir, karena sekarang penonton lebih banyak, jadi harus ditambah, baik yang di luar maupun di dalam koridor,” katanya.
Terakhir, Dishub akan memetakan kembali konsentrasi penonton MotoGP menginap. Sehingga pengaturan shuttle bus dan moda transportasi bisa bersesuaian dengan kebutuhan di mana tempat penonton lebih banyak berada. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita