“Yang memenuhi standar dipastikan siap kita fasilitasi,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Loteng HM Suhartono pada Lombok Post usai akurasi seluruh UMKM di kantor bupati, Selasa (22/2).
Dia menjelaskan, ada tiga titik stan yang akan disiapkan pemerintah. Pertama di dalam sirkuit Mandalika. Kedua, di luar areal sirkuit Mandalika, atau hanya hitungan puluhan meter saja dari sirkuit Mandalika.
Ketiga, pusat parkir sebelah barat sirkuit Mandalika atau dekat Pantai Tanjung Aan dan pusat parkir sebelah timur sirkuit Mandalika atau dekat Masjid Nurul Bilad di Desa Kuta, Kecamatan Pujut.
“World Superbike (WSBK) November lalu jadi bahan evaluasi kita,” tandas mantan Camat Batukliang tersebut.
Intinya, para UMKM Gumi Tatas Tuhu Trasna harus berada pada garis terdepan. Atas dasar itulah, Disperindag dan Dinas Koperasi, dan UMKM Loteng bekerja sama, guna memperjuangkannya. Yang terpenting, produk-produk yang disiapkan dan ditampilkan berkualitas, layak jual, layak pakai dan layak konsumsi.
“Karena kita ingin, produk UMKM kita bisa menembus pasar global. Pintu masuknya lewat MotoGP ini,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKN Muhammad Ikhsan, di tempat yang sama.
Untuk itu, dari sekarang pihaknya mulai menyeleksi. Baik kuliner maupun kerajinan tangan. Setelah itu, barulah diajukan ke Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan ke Mandalika Grand Prix Association (MGPA).
Dia berharap, sebanyak-banyaknya produk UMKM asal Loteng harus masuk di stan-stan saat MotoGP Maret mendatang.
Sementara itu, Bupati Loteng HL Pathul Bahri berpesan agar dari sekarang para pelaku UMKM memperhatikan kualitas dan kuantitas produk. Karena yang datang menyaksikan balapan MotoGP bukan dari Indonesia saja, tapi dari seluruh dunia.
“Kita berharap lewat MotoGP ini, ekonomi UMKM bergerak. Kesejahteraan masyarakat meningkat,” pungkas pria yang pernah berfoto dengan pebalap MotoGP dari Yamaha Fabio Quartararo tersebut. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita