Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Terapkan Eco Office, Pemprov NTB Targetkan OPD 100 Persen Kategori Emas

Redaksi • Sabtu, 5 Maret 2022 | 15:00 WIB
Hj Sitti Rohmi Djalilah.(KOMINFO UNTUK LOMBOK POST)
Hj Sitti Rohmi Djalilah.(KOMINFO UNTUK LOMBOK POST)
MATARAM-Pemprov NTB menargetkan 100 persen OPD masuk kategori emas di tahun ini, untuk penerapan eco office. ”Ini harus istiqamah, bukan baik di awal saja. Sehingga masyarakat berubah dalam mengelola lingkungan,” kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah.

Karena itu, Rohmi ingin konsep, sistem, hingga teknis pelaksanaan eco office bisa menjadi acuan dari masing-masing individu, dalam berperilaku menjaga lingkungan. Selain itu, dia juga UPTD dilibatkan agar menularkan semangat eco office ke kabupaten/kota.

Dalam implementasinya, eco office di setiap OPD tetap dievaluasi. Berdasarkan kriteria dan indikatornya, seperti administrasi, kepatuhan, SOP, kelembagaan, komitmen, hingga rencana kerja dan baseline.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menjadi leading sector untuk program eco office ini. Melakukan penilaian hingga evaluasi terhadap penerapannya di masing-masing OPD.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencemaran di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB Firmansyah mengatakan, ada lima kategori kepatuhan, yakni hitam, merah, hijau, biru, dan emas.

Ketika baru dimunculkan eco office, masih ditemukan OPD masuk kategori hitam dan merah. Kondisinya berubah setelah dilakukan pembinaan selama tiga bulan. Dengan menghadirkan praktisi hingga sosialisasi yang masif.

”Di awal 2022, alhamdulillah ada delapan OPD kategorinya emas, 15 OPD biru, dan 22 OPD hijau,” kata Firman.

Eco office atau kantor ramah lingkungan, berkaitan dengan pengelolaan sampah dan limbah. Penghematan listrik, air, alat tulis kantor, kebersihan, dan kenyamanan. Juga mengenai penyediaan dan pengelolaan ruang terbuka hijau, pengadaan barang ramah lingkungan, hingga inovasi yang dilakukan setiap OPD.

Firman mengatakan, di tahun ini wagub menekankan harus 100 persen OPD bisa masuk kategori emas. ”Targetnya Desember di 2022, kalau perlu seluruhnya emas. Di Maret ini nanti akan kita evaluasi,” ujar Firman.

Katanya, semangat eco office bukan sebatas di OPD saja. Tapi juga harus sampai ke lingkungan masing-masing, dari setiap pegawai di lingkup Pemprov NTB. Ini menjadi tujuan utama dari penerapan program eco office.

”Pegawai (pemprov) ada 10 ribu lebih. Kalau tertular dengan situasi eco office, mereka akan bawa ke rumah, ke lingkungan. Itu target besarnya,” kata Firman. (dit/r5) Editor : Redaksi Desain Grafis
#OPD NTB #Eco-Office #Sitti Rohmi Djalilah