Khusus pengaspalan, pengerjaannya dimulai dari bundaran Songgong bypass BIL-Mandalika atau sebelah timur Sirkuit Mandalika. Di tempat itu juga, berdiri tiga patung yang masih ditutup menggunakan kain dan terpal.
Itu merupakan pembangunan jalan segmen satu sepanjang 1,85 kilometer (km) dengan lebar 17 meter. Terdiri dari empat lajur.
Sementara, segmen dua menjadi skala prioritas karena berada di area depan sirkuit. Tepatnya, di jalan masuk menuju Bukit Jokowi atau tikungan 1 sirkuit sampai SPBU Mandalika. Panjangnya mencapai 1,65 km dan lebar 26 meter.
Di segmen dua itu juga para pekerja telah merampungkan dua tiang pancang untuk dipasang patung. Salah satunya patung Presiden RI Joko Widodo yang mengendarai sepeda motor. Pemasangannya masih menunggu arahan Kementerian PUPR RI.
Persiapan Fisik dan Non Fisik Sudah Matang
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria mengatakan, segala persiapan fisik maupun nonfisik jelang MotoGP, 18-20 Maret, sudah matang. Dipastikan tidak ada yang kurang. MGPA telah menyiapkan 450 orang marshal. Sebanyak 350 orang di antaranya berasal dari NTB, terbanyak dari Lombok Tengah. Sisanya dari luar NTB. “Sampai dua kali kami meminta tambahan tenaga marshal ini,” kata Priandhi.
Awalnya sebanyak 350 orang. Namun, MGPA merasa kurang, sehingga meminta tambahan menjadi 400 orang. Kemudian dalam perjalanan, MGPA melihat masih kekurangan. Sehingga ditambah lagi menjadi 450 orang.
Para marshal itu diseleksi dan dilatih atas kerja sama pihak ketiga. ITDC dan MGPA bekerja sama dengan pemuda Kecamatan Pujut dan pihak-pihak terkait yang ahli dalam bidang marshal. “Saat MotoGP nantinya yang bertugas ada 325 orang,” kata Priandhi.
Sisanya tetap siaga, guna mengantisipasi marshal yang mau salat, mau makan dan minum, dan atau tiba-tiba kurang sehat. Kebijakan itu diambil dari pengalaman World Superbike November 2021 lalu. (dss/r1) Editor : Administrator