Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dikes NTB Pastikan MotoGP Tak Timbulkan Klaster Covid Baru

Rury Anjas Andita • Sabtu, 2 April 2022 | 09:30 WIB
SERU: Ribuan penonton saat menyaksikan event balap WSBK, November 2021 lalu. Besarnya animo penonton diharapkan kembali terjadi selama MotoGP, Maret mendatang. (DOK/LOMBOK POST)
SERU: Ribuan penonton saat menyaksikan event balap WSBK, November 2021 lalu. Besarnya animo penonton diharapkan kembali terjadi selama MotoGP, Maret mendatang. (DOK/LOMBOK POST)
MATARAM-Dinas Kesehatan (Dikes) NTB memastikan tidak ada klaster covid yang timbul dari penyelenggaraan MotoGP di Mandalika. ”Setelah MotoGP tidak ada klaster. Kita lihat dari tren kasus sekarang,” kata Kepala Dikes NTB dr H Lalu Hamzi Fikri.

Dua minggu setelah balapan MotoGP, tidak terjadi lonjakan kasus covid di 10 kabupaten/kota di NTB. Dikes NTB mencatat, di akhir penyelenggaraan MotoGP pada 20 Maret tercatat ada 331 pasien covid yang menjalani isolasi maupun perawatan di rumah sakit. Ini merupakan sisa-sisa pasien dari puncak covid omicron.

Setelah MotoGP, kasus covid aktif di NTB perlahan menurun. Hingga di 31 Maret, tersisa 72 orang yang statusnya masih menjalani isolasi akibat covid.

Bukan saja kasus aktif yang turun. Tapi kasus harian di NTB juga menurun setelah melewati puncak omicron. Kondisi tersebut mulai terlihat dari awal Maret hingga beberapa hari sebelum sesi latihan bebas MotoGP pada 18 Maret.

Di 2 Maret, kasus harian di NTB tembus 104 orang yang terpapar covid. Kemudian terus turun hingga di 14 Maret yang hanya 12 kasus covid. Kasus yang melandai terus dipertahankan pemprov hingga berakhirnya bulan Maret. ”31 Maret kita tutup dengan hanya 4 kasus covid harian,” sebut Fikri.

Tren kasus menurun juga terjadi di Indonesia setelah event MotoGP. Pada 22 Maret atau dua hari setelah MotoGP, penduduk yang terpapar covid mencapai 7.464 orang. Angka kasus harian kemudian melandai di hari-hari berikutnya, Dari sekitar 6.000 kasus hingga mencapai 3.332 kasus di 31 Maret.

Seperti diketahui, penonton MotoGP di Mandalika datang dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan tren penurunan kasus covid di dua minggu pascabalapan, yang tidak saja terjadi di NTB, itu menandakan perhelatan MotoGP sukses digelar di masa pandemi.

Penyelenggara MotoGP bersama pemerintah pusat dan daerah memang telah mengantisipasi timbulnya klaster covid baru. Syarat ketat diberlakukan terhadap penonton yang datang. Salah satunya wajib telah mendapat suntikan vaksin dosis II.

Upaya preventif juga dilakukan melalui metode pengetesan acak, terhadap penonton. Ada sekitar 2.498 penonton yang diambil sampelnya untuk diuji melalui rapid antigen. Dilakukan selama gelaran MotoGP Mandalika.

Dari jumlah tersebut, 2.497 orang dinyatakan negatif covid. Adapun satu orang lainnya positif. ”Tapi yang positif ini tanpa gejala. Jadi sudah diminta untuk isolasi mandiri saat itu,” jelas Fikri.

Dibandingkan Februari, kasus covid harian di NTB cenderung melandai pada Maret. Tak lepas dari upaya percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah, TNI Polri, bersama masyarakat..

Selain itu, dari hasil survei yang dilakukan Kementerian Kesehatan, persentase herd immunity di NTB sudah mencapai 80,48 persen. Meski terbilang tinggi Fikri menyebut vaksinasi booster terhadap kelompok rentan, salah satunya lansia, masih harus dilakukan.

”Sekarang kita level II PPKM. Sebelumnya itu level I, karena ada perubahan indikator vaksinasi, harus dosis lengkap,” tuturnya.

Sebelumnya, Asisten III Setda NTB dr Nurhandini Eka Dewi menyebut, sejauh ini kasus covid sudah cukup terkendali dengan penegakan prokes dari masyarakat. ”Kita sudah nyaman dengan kondisi sekarang. Kenyamanan ini kita pertahankan terus dengan melaksanakan prokes,” kata Eka.

Dia berharap, masyarakat selama Ramadan tidak melonggarkan prokes. Sehingga ibadah wajib dan sunnah bisa dilaksanakan dengan nyaman dan aman. ”Kita sudah sampai sejauh ini, jangan karena euforia sesaat, terus kaget pas kasus naik. Tidak ingin seperti itu, jadi jalankan prokes,” tandasnya. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#MotoGP #kluster #Virus Korona #Covid-19