Deputi Kepala Perwakilan Akinaluddin Suangkupon mengatakan, digitalisasi dalam sistem pembayaran merupakan keniscayaan, bukan hanya karena biaya pengelolaan uang tunai yang relatif besar dan resiko dalam menghimpun dana secara tunai.
"Karena perkembangan teknologi dalam sistem pembayaran," katanya.
Akinaluddin menjelaskan, saat ini sebagian besar masyarakat sudah banyak sebagai pengguna do in pet digital, sehingga penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standar) yang di dorong oleh Bank Indonesia.
"Harapannya juga dapat diaplikasikan dalam kegiatan donasi/infaq, khususnya oleh pengurus masjid dalam menghimpun donasi dari masyarakat," tuturnya.
Ia berharap, dengan pelatihan ini para takmir memahami peran dan tugasnya. Serta memiliki visi yang jelas dalam memberikan pelayanan kepada umat sebagai pemilik hakiki masjid.
Selain itu, takmir memiliki pemahaman dan inovasi dalam pengembangan ekonomi umat, memanfaatkan perkembangan teknologi QRIS dalam menghimpun donasi dari jamaah.
"Terlebih di bulan suci Ramadan yang juga disebut sebagai bulan shodaqoh, dimana setiap muslim memilik gairah yang sangat tinggi untuk berinfaq dan berzakat," tukas Akinaluddin. (ewi/r10)
Editor : Baiq Farida