“Dalam kegiatan ini para peserta akan mendapat beberapa materi, seperti lima kunci keamanan pangan, uji cepat bahan berbahaya pada makanan,” kata Kepala Balai Besar POM Mataram Dra I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt.
Mereka juga dikenalkan dengan media sosial yang dimiliki BBPOM, seperti layanan Cek Klik dan BBPOM Mobile. Para siswa termasuk guru bisa mengecek langsung keamanan produk obat dan makanan yang dibeli sebelum digunakan. Para siswa dikenalkan juga dengan aplikasi Klub Pompi BPPOM yang merupakan sarana informasi tentang isu-isu makanan.
Gusti Ayu dalam sambutannya menyampaikan, Aksi Nasional Gerakan menuju Pangan Jajanan Anak Sekolah yang Aman, Bermutu, dan Bergizi (Aksi Nasional PJAS) telah dicanangkan Wakil Presiden Republik Indonesia pada 31 Januari 2011. Program ini disebut sebagai gerakan untuk meningkatkan PJAS yang aman, bermutu, dan bergizi melalui peran serta aktif yang lebih terpadu dari seluruh kementerian, lembaga pemerintah, dan lintas sektor di pusat maupun daerah serta pemberdayaan komunitas sekolah.
Sekolah, termasuk guru dan orang tua murid juga harus ikut berperan dalam mengawasi keamanan jajanan anak di lingkungan sekolah masing-masing. Akan tetapi, akan lebih baik jika orang tua menyediakan bekal sekolah dari rumah sehingga asupan gizi dan keamanan pangan anak lebih terjamin.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat berdampak pada penurunan persentase PJAS yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS), peningkatan perlindungan hak anak untuk memperoleh pangan sekolah yang aman dan untuk memperoleh informasi keamanan pangan, serta adanya perubahan perilaku siswa, orang tua siswa, guru, pedagang pangan, dan pengelola kantin.
Untuk Provinsi NTB, jumlah sekolah yang diintervensi program PJAS tahun 2011-2021 yakni 1015 sekolah dan sekolah yang sudah memperoleh Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah (PBKPKS) sebanyak 87 sekolah. Sertifikasi Sekolah dengan PJAS Aman diberikan ke 50 sekolah.
Khusus Kota Mataram, Intervensi Sekolah dengan PJAS Aman tahun 2011–2021 telah dilakukan pada 176 sekolah. Sekolah yang sudah mendapatkan PBKPKS sebanyak 27 dan sertifikat sekolah dengan PJAS Aman sebanyak 10.
Di tahun 2022, Balai Besar POM di Mataram melalui Program Sekolah dengan PJAS Aman mengintervensi 92 sekolah yang terdiri dari 27 SD/MI, 27 SMP/MTs dan 38 SMA/MA. Untuk Kota Mataram jumlah sekolah yang diintervensi yaitu 10 sekolah dengan rincian, 3 SD sederajat, 3 SMP sederajat dan 4 SMA sederajat baik sekolah Negeri maupun swasta. Sementara untuk Kabupaten Lombok Barat jumlah sekolah yang diintervensi yaitu 10 sekolah dengan rincian 3 SD sederajat, 3 SMP sederajat dan 4 SMA sederajat baik sekolah Negeri maupun swasta.
Tujuan pelaksanaan pelatihan bagi guru, siswa dan pengawas yaitu tersosialisasikannya program keamanan PJAS, tersosialisasikannya materi keamanan pangan dan terkumpulnya database peserta.
“Database mencakup kontak person komunitas sekolah dan lintas sektor, alamat korespondensi sekolah dan lintas sektor, data pre test dan post test, data kepuasan pelanggan,” paparnya.
Gusti Ayu menyadari, hingga saat ini masih banyak sekolah di NTB yang belum diintervensi program PJAS. Balai Besar POM Mataram akan memaksimalkan kerja sama lintas sektor seperti dengan dinas pendidikan serta Kementerian Agama tingkat provinsi, kabupaten/kota.
Pemda juga diharapkan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait memiliki program-program yang berkaitan dengan keamanan pangan tidak hanya kandungan zat berbahaya tapi dari juga di sisi sanitasi dan higienitas. (adv/r10)
Editor : Baiq Farida