Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Yang Mau Kerja di Malaysia Siap-siap, Penempatan Kerja Sudah Dibuka

Rury Anjas Andita • Rabu, 20 April 2022 | 11:00 WIB
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB I Gede Putu Aryadi. (Didit/Lombok Post)
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB I Gede Putu Aryadi. (Didit/Lombok Post)
MATARAM-Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di NTB bakal kembali membanjiri Malaysia. Setelah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi membuka penempatan ke Negeri Jiran tersebut.

”Sudah buka. Resmi. Jadi PMI kita sudah bisa ke Malaysia,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB I Gede Putu Aryadi, Selasa (19/4).

Penempatan kerja ke Malaysia diatur melalui Keputusan Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Nomor 3/III/PK.02.01/IV/2022. Skemanya melalui perusahaan penempatan PMI atau PMI perseorangan.

Aryadi mengatakan, keputusan tersebut diharapkan bisa menekan CPMI asal NTB untuk berangkat ke Malaysia melalui cara-cara ilegal. ”Selain itu, kebijakan ini menjadi jawaban dari penantian PMI kita, yang ingin ke Malaysia,” ujarnya.

Kepala UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) NTB Abri Danar Prabawa mengatakan, penempatan kerja ke Malaysia yang telah dibuka pemerintah, harus tetap memperhatikan perlindungan PMI. ”Tetap yang paling utama itu perlindungan bagi PMI kita,” kata Abri secara terpisah, kemarin.

Dalam beleid yang dikeluarkan Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja, penempatan kerja di Malaysia berlaku untuk semua sektor pada pemberi kerja berbadan hukum. Kecuali, sektor rumah tangga atau domestik.

Artinya, kata Abri, penutupan bagi pekerja ladang di masa pandemi telah dibuka kembali. Sebagaimana diketahui, PMI asal NTB yang bekerja di Malaysia didominasi pada sektor ladang.

”Pembukaan ini juga tak lepas dari semakin melandainya kasus covid,” tutur Abri.

Senada dengan Aryadi, Abri menyebut keputusan pembukaan kerja ke Malaysia sangat ditungggu-tunggu CPMI dan PMI di NTB. Dari data BP2MI NTB, sebelum pandemi covid melanda dunia, setiap tahun ada sekitar 20 ribu lebih masyarakat NTB yang bekerja ke Malaysia.

Sebagai perbandingan, dari sekitar 500 ribu PMI asal NTB yang tercatat pada Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SiskoTKLN) milik BP2MI, sekitar 400 ribu di antaranya bekerja di Malaysia. ”Ini dari data tahun 2007 sampai Februari 2022,” sebutnya.

Banyaknya warga NTB yang bekerja ke Malaysia, menandakan bergantungnya PMI NTB terhadap lapangan kerja di sana. ”Kebijakan ini ditunggu. Kalau saja tidak segera dibuka, berdampak pada masalah sosial ekonomi di NTB,” kata Abri.

Lebih lanjut, Abri meyakini ada lebih dari 30 ribu warga NTB yang bakal kembali bekerja ke Malaysia. Ini berdasarkan data kepulangan PMI dari Malaysia, pada tahun 2020 dan 2021 hingga 2022.

Untuk tahun 2020, terdapat 10 ribu lebih PMI asal NTB yang pulang dari Malaysia. Kemudian di 2021 sebanyak 19 ribu orang serta triwulan I 2022 terdapat 7.000 PMI. ”Belum ditambah dengan PMI yang tertunda keberangkatannya waktu awal pandemi. Ada sekitar 6.000 yang terinfo ke kita,” tandas Abri. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Disnakertrans NTB #BP2MI NTB #Buruh Migran #PMI #Malaysia