Kepastian tersebut diperoleh setelah pemprov melakukan pemantauan di tiga titik. Seperti Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, yang menjadi pintu masuk pemudik dari Pulau Bali dan Jawa; Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM); dan Terminal Mandalika di Kota Mataram.
Gita mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah fasilitas. Terutama dalam mengantisipasi longgarnya penerapan protokol kesehatan (prokes) di masa arus mudik dan arus balik di NTB.
Pemudik diimbau untuk tetap menggunakan masker. Serta dipastikan telah menerima vaksin covid dosis 1 dan 2 maupun dosis booster. Kata Gita, jika masih ada masyarakat yang belum booster atau bahkan sama sekali belum vaksin, telah disiapkan posko vaksinasi di beberapa titik.
”Ini libur panjang, ada kesempatan masyarakat juga berwisata dan (berpotensi) longgar protokol kesehatan. Itu yang kita antisipasi,” beber Gita.
General Manager Angkasa Pura I BIZAM Rahmat Adil Indrawan menyebut arus mudik Lebaran tahun ini diprediksi meningkat 90 persen atau sekitar 60.528 penumpang, dibanding dengan jumlah tahun lalu sebanyak 31.844 penumpang.
Menghadapi lonjakan penumpang tersebut, Rahmat menyebut BIZAM sudah sangat siap. ”SDM kita sudah siap, baik untuk arus mudik maupun arus balik nanti di 8 Mei,” katanya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB Lalu Moh Faozal mengatakan, warga NTB yang pulang ke kampung halamannya pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini diprediksi mencapai 3 juta orang.
”Kalau secara nasional itu ada 85,5 pergerakan pemudik. Sekitar 2 hingga 3 juta di antarannya itu akan mudik ke NTB,” sebut Faozal.
Untuk mudik tahun ini, jumlah armada angkutan darat berupa bus disiapkan sekitar 65 unit bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Serta 602 unit kendaraan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).
Selain itu, Faozal menyebut, program mudik gratis tetap berjalan. Diperuntukkan bagi mahasiswa yang berdomisili di Pulau Sumbawa. ”Mahasiswa yang tinggal di Sumbawa, Dompu, dan Bima, bisa ikut mudik gratis ini,” katanya.
Sementara itu, Dirlantas Polda NTB Kombes Pol Djoni Widodo mengimbau seluruh pemudik agar menaati peraturan lalu lintas. Juga memastikan kendaraan yang digunakan layak untuk perjalanan jauh.
”Pengendara harus sehat. Maksimalkan rest area kalau capek, jangan memaksakan karena bisa fatal akibatnya,” imbau Djoni. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita