Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menkes Sebut Pemprov NTB Telah Lakukan Upaya Transformasi Kesehatan

Rury Anjas Andita • Rabu, 8 Juni 2022 | 10:00 WIB
SEPAKAT: Ketua KONI NTB Andy Hadianto (tiga dari kanan) bersama Ketua KONI NTT Josef Noe Soi (tiga dari kiri) usai menggelar pertemuan awal di Jakarta, kemarin (1/2).(KONI NTB FOR LOMBOK POST)
SEPAKAT: Ketua KONI NTB Andy Hadianto (tiga dari kanan) bersama Ketua KONI NTT Josef Noe Soi (tiga dari kiri) usai menggelar pertemuan awal di Jakarta, kemarin (1/2).(KONI NTB FOR LOMBOK POST)
MATARAM-Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya transformasi sistem ketahanan kesehatan. Sebagai kesiapan dalam menghadapi pandemi berikutnya.

”Supaya kita lebih siap. Dari sisi obat, alat kesehatan, tenaga kesehatan cadangan. Termasuk juga surveilans terhadap penyakit menular, skala lokal hingga regional, harus siap,” kata Budi di Senggigi, Senin (6/6).

Transformasi kesehatan menjadi inisisiasi dari kementerian. Seperti layanan primer; layanan rujukan; sistem ketahanan kesehatan; sistem pembiayaan kesehatan; SDM kesehatan; hingga teknologi kesehatan. Enam poin tersebut harus bisa diterapkan di seluruh daerah di Indonesia.

Provinsi NTB disebut telah melakukan upaya transformasi kesehatan. Salah satuya melalui posyandu keluarga. ”Itu dinilai Menkes sebagai langkah maju dari transformasi kesehatan yang digagas pemerintah pusat,” kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah.

Dia mengatakan, intervensi kesehatan masyarakat melalui kader posyandu keluarga di desa-desa, selaras dengan program transformasi kesehatan dari Kemenkes. Sehingga NTB dinilai bisa menjadi pilot project, dalam penerapan transformasi kesehatan secara nasional. ”Lombok Utara dan Bima itu sebagai model,” sebut Rohmi.

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Lalu Hamzi Fikri mengatakan, penggunaan data kesehatan masyarakat untuk penanganan stunting, menjadi salah satu korelasi transformasi kesehatan. Yang telah dikerjakan Pemprov NTB melalui posyandu keluarga.

Elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (EPPGBM), membuat konsistensi penggunaan datanya lebih baik dalam penguatan kelembagaan posyandu. Termasuk sarana prasarana penunjang penanganan. Sebab berbasis data dan alamat riil.

”Di pusat namanya Posyandu Prima, itu sejalan dengan transformasi kesehatan. Kami di NTB bertahap sarana itu akan dilengkapi dari Kementerian untuk posyandu keluarga,” sebutnya.

Dalam pertemuan bersama Menkes, penguaatan sumber daya tenaga kesehatan, terutama di dokter spesialis, turut menjadi atensi. Pemprov sudah memulai langkah tersebut dengan membuka jurusan dokter spesialis untuk penyakit berisiko tinggi, seperti stroke, jantung, hingga kanker.

”Penanganan penyakitnya juga diupayakan untuk bisa dilakukan di rumah sakit daerah,” tandas Fikri. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#dikes ntb #Transformasi Kesehatan #Menkes