”Ini kedatangan yang pertama, jadi belum sampai ke arah sana,” kata Dubes Uni Eropa untuk Indonesia H.E Vincent Piket di pendopo gubernur NTB, Selasa (14/6) malam.
Kedatangan Vincent bersama sejumlah delegasi Uni Eropa pada Selasa malam lalu, merupakan yang pertama. Sehingga yang akan dilakukan terlebih dahulu adalah mencari sebanyak-banyaknya informasi dan peluang investasi maupun perdagangan di NTB.
”Setelah ini kami berbicara dengan Kamar Dagang Eropa, untuk melihat di mana interestnya. (Memastikan) perusahaan yang berminat, menjadi langkah selanjutnya,” ujarnya.
Vincent menyebut akan banyak belajar dari kunjungan kali ini. Selain bertemu dengan Pemprov NTB, delegasi Uni Eropa juga mengadakan pertemuan dengan kabupaten/kota serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) di NTB.
”Kami mencoba menghubungkan bisnis yang ada di Uni Eropa dengan NTB,” sebut Vincent.
Ada beberapa sektor yang bisa ditindaklanjuti kerjasamanya antara Uni Eropa dan NTB. Vincent menyebut pertanian, industrialisasi dengan teknologi, UMKM, perikanan, serta pariwisata, yang bisa membuat ketertarikan banyak perusahaan di Eropa untuk menanamkan investasi dan menjalin hubugan dagang dengan NTB.
Kata Vincent, sektor pertanian di NTB memiliki produktivitas yang cukup baik. Begitu juga dengan perikanan. NTB memiliki sumber daya laut yang menghasilkan komoditas perikanan unggulan.
”Orang di Eropa banyak mengimpor ikan. Sehingga ini bisa menjadi pulang bagi NTB untuk melakukan ekspor,” tuturnya.
Selain itu, yang tak kalah pentingnya adalah SDM, berupa peningkatan skill dan pengetahuan. Kata Vincent, di NTB sudah ada program yang mengirim anak-anak muda untuk belajar ke luar negeri.
”Salah satu tujuannya itu ke negara-negara di Eropa. Itu akan membantu anak NTB agar nanti bisa memberi masukan kepada perusahaan di sini,” kata Vincent.
Kedatangan Dubes bersama delegasinya, selain dimanfaatkan untuk penjajakan kerja sama, Pemprov juga meminta bantuan lain. Yakni, terkait keberadaa sejumlah perusahaan asal Eropa, yang berinvestasi di NTB.
Sekda NTB Lalu Gita Ariadi mengatakan, selama ini sudah ada perusahaan Eropa yang berinvestasi di NTB. Seperti dari Swedia untuk sektor pariwisata, Polandia di sektor energi terbarukan, serta Denmark pada manajemen pengelolaan limbah.
Hanya saja, investasi tersebut tidak berjalan mulus. Sehingga dalam pertemuan tersebut, sekda berharap Dubes dan delegasi Uni Eropa bisa memberi atensi, agar perusahaan lebih serius menggarap investasi di NTB.
”Sekarang kami titipkan (ke Dubes Uni Eropa) beberapa investor dari negara tadi, untuk serius berinvestasi. Dari Pemerintah, pun membantu beberapa kebutuhan persyaratan, itu sudah kami fasilitasi,” kata Gita. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita