Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lahan Sudah Klir, PT ESL Segera Mulai Pembangunan Konstruksi Resort

Rury Anjas Andita • Kamis, 16 Juni 2022 | 14:02 WIB
DESTINASI UNGGULAN: Pantai Pink di Lombok Timur menjadi salah satu destinasi pantai yang menjadi unggulan pariwisata di NTB. (Ivan/Lombok Post)
DESTINASI UNGGULAN: Pantai Pink di Lombok Timur menjadi salah satu destinasi pantai yang menjadi unggulan pariwisata di NTB. (Ivan/Lombok Post)
MATARAM-Realisasi rencana investasi PT Eco Solution Lombok (ESL) diklaim Pemprov NTB bakal terwujud dalam waktu dekat ini. ”Karena sudah klin dan klir, Oktober dimulai pembangunannya,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Mohammad Rum.

PT ESL mulai merintis investasi di NTB pada tahun 2010. Namun, setelah berjalan lebih dari 11 tahun, tidak ada tanda-tanda pembangunan yang dilakukan investor di Desa Sekaroh, Lombok Timur (Lotim).

Kawasan investasi yang ditanami jagung oleh masyarakat, bangunan liar, hingga penggembalaan kerbau menjadi sebab mandeknya pembangunan. Kondisi tersebut akhirnya menjadi atensi Pemprov NTB.

Melalui Tim Investasi, Pemprov bergerak mencari solusi terhadap kendala investasi yang dihadapi PT ESL. Penyelesaian tersebut juga melibatkan banyak pihak, seperti kepala desa, masyarakat, LSM, hingga TNI Polri.

Kerja-kerja tim investasi membuahkan hasil. Masyarakat sudah tidak lagi menanam jagung di wilayah ESL, tidak ada lagi kerbau, serta bangunan liar. ”PT ESL kemudian memberikan semacam tali asih untuk semuanya. Alhamdulillah sudah klin dan klir, tidak ada lagi masalah,” klaim Rum.

Setelah klir, Rum menyebut PT ESL mulai bergerak untuk merealisasikan investasi mereka. Katanya, sebelum pembangunan pada Oktober nanti, PT ESL tengah menyiapkan masyarakat untuk ikut terlibat.

”Nanti dalam bentuk kemitraan, agar masyarakat lokal bisa ikut menjadi pemain di PT ESL,” ujarnya.

PT ESL turut membentuk kelembagaan di masyarakat, mengadakan training untuk peningkatan kualitas SDM. Seluruhnya dilakukan dengan pendekatan green tourism. Agar masyarakat bisa ikut menjaga alam di wilayah Sekaroh.

”Seperti Pantai Pink, sekarang kalau hujan, lumpur masuk ke wilayah pantai, akhirnya jadi cokelat tidak lagi pink, itu akibat lahan yagn rusak,” tutur Rum.

Rum memastikan ada keterlibatan masyarakat dalam pengembangan investasi di kawasan PT ESL. Keberadaan warung-warung di sekitar pantai, nantinya akan ditata lebih baik. Kemudian diserahkan ke BUMDes untuk dikelola masyarakat.

”Ketika sudah ada satu visi misi yang bagus, saya agak optimis dengan PT ESL. Nanti masyarakat lokal di sana juga jadi prioritas sebagai pekerja,” beber Rum.

Lebih lanjut, Rum menyebut PT ESL telah memiliki rencana pembangunan selama empat tahun ke depan, hingga 2026. Tidak hanya mengembangkan kawasan seluas 339 hektare di kawasan Hutan Sekaroh, tapi juga hingga ke perairan di sekitarnya.

Untuk tahun ini akan dimulai Oktober dengan melakukan pembangunan konstruksi untuk resort. ”Kalau Oktober tidak dikerjakan, kita penalti,” katanya.

Sekda NTB Lalu Gita Ariadi mengatakan, berbagai kendala yang dihadapi di lapangan diselesaikan dengan solusi yang saling menguntungkan antara masyarakat dengan pihak investor. Sehingga hadirnya investor diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#PT ESL #pantai pnk #investasi #Lombok