Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bocor, Penyebab Kapal 30 PMI Ilegal asal NTB Tenggelam di Batam

Baiq Farida • Sabtu, 18 Juni 2022 | 14:47 WIB
SAMBANGI KORBAN TENGGELAM: Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi (dua dari kiri) melihat kondisi korban tenggelam di Puskesmas Gunungsari, Rabu (6/1). (polresta mataram for lombok post)
SAMBANGI KORBAN TENGGELAM: Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi (dua dari kiri) melihat kondisi korban tenggelam di Puskesmas Gunungsari, Rabu (6/1). (polresta mataram for lombok post)
MATARAM–Kapal cepat pengangkut 30 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal asal NTB tenggelam di perairan Pulau Putri, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kamis (16/6/2022) sekitar pukul 19.30 WIB. Kapal bermesin 200 PK x 2 itu diduga tenggelam karena adanya kebocoran kapal.

Kapal tersebut bergerak dari pantai Nongsa dengan tujuan Malaysia. Diduga penumpang yang berada di kapal tersebut adalah PMI yang belum diketahui pasti apakah akan bekerja di luar negeri.

"Adapun jumlah total penumpang diperkirakan 30 orang," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB I Gede Putu Aryadi, Sabtu (18/6/2022).

Korban penumpang dievakuasi dengan bantuan nelayan setempat dan diangkut dengan KRI dan dikumpulkan di Lanal Batam, Batu Ampar Kota Batam.

"Untuk sementara terhadap kejadian tersebut dilakukan penanganan oleh TNI AL Kota Batam untuk dilakukan pemulihan," tambahnya.

Adapun dari 23 orang korban selamat tersebut, semuanya berasal dari NTB (Lombok). Terdiri dari 6 orang dari Lombok Timur, 15 orang dari Lombok Tengah dan 2 orang dari Lombok Barat.

Mengenai aktivitas kapal pengangkut penumpang tersebut, tambahnya, dilakukan tanpa izin karena melalui jalur yang tidak resmi.

"Sejak tadi malam setelah mendapat informasi dari BP2MI Kepri, kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk dengan desa asal para korban. Ternyata para korban berangkat tanpa didukung dokumen dan tidak diketahui oleh kades dan kadus masing-masing," jelas mantan kepala Dinas Kominfotik NTB ini.

Saat ini proses penyelamatan menjadi prioritas utama, dan penumpang yang belum ditemukan, masih dalam proses pencarian oleh Tim SAR setempat.

"Selanjutnya akan dilakukan pendalaman dan pengusutan untuk menemukan pelaku utama. Apa tujuan mereka ke Malaysia, dan siapa tekongnya dan lain-lain masih dalam proses pendalaman," pungkasnya. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida
#PMI Tenggelam #PMI NTB #Kapal Karam