Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Edukasi Kesehatan Jantung, PERKI NTB Gelar Pelatihan dan Gowes Bareng

Baiq Farida • Jumat, 22 Juli 2022 | 23:37 WIB
UNTUK KESELAMATAN: Foto bersama persiapan Gobar kenjering 30km dan pelatihan bantuan hidup dasar dari PERKI NTB, di Mataram, Jumat (21/7)
UNTUK KESELAMATAN: Foto bersama persiapan Gobar kenjering 30km dan pelatihan bantuan hidup dasar dari PERKI NTB, di Mataram, Jumat (21/7)
MATARAM-Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) NTB, Fakultas Kedokteran (FK) Unram, Rumah Sakit (RS) Unram dan Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) akan menggelar gowes bareng (Gobar) minggu kenjering 30km dan pelatihan bantuan hidup dasar di RS Unram, pada Minggu (24/7).

Ketua panitia dr Yusra Pintaningrum SpJP mengatakan, pihaknya sengaja menggelar kegiatan ini, yang menyasar pegiat sepeda di Mataram dan sekitarnya, agar mereka memahami bahwa risiko terkena serangan jantung bisa terjadi kapan saja, bahkan saat berolahraga.

“Ini sebagai bentuk awareness kita yang lagi gowes, bahwa risiko terkena serangan jantung bisa terjadi kapan saja,” ujarnya, pada Lombok Post, Jumat (21/7).

Karenanya, selama kegiatan ini, selain diisi dengan gowes bareng, peserta akan mendapatkan edukasi dan pelatihan tentang bantuan hidup dasar.

Dengannya, masyarakat yang gemar bersepada, memahami hal-hal yang berkaitan dengan serangan jantung, apa penyebab henti jantung, kemudian seperti apa tanda-tandanya dan hal yang berkaitan dengan semua itu.

“Mengapa kematian mendadak bisa terjadi pada usia muda, dan masih banyak lagi yang akan kami jelaskan, jadi banyak banget ilmu yang kita dapatkan dengan mengikuti kegiatan ini,” terang dosen FK Unram ini.

Melalui kegiatan ini, pesepeda diharapkan mendapatkan pemahaman dan pengalaman, tentang gambaran bantuan hidup dasar. Ilmu ini bukan hanya untuk diri sendiri dalam rangka melakukan olahraga secara aman, melainkan bermanfaat untuk orang lain.

Dirinya juga menyebut, mempelajari bantuan hidup dasar adalah sebagai bentuk antisipasi, ketika ada insiden henti jantung yang terjadi saat olahraga, sehingga mereka mengetahui cara penanganannya.

“Jadi ketika menemukan seseorang yang tidak sadar, teman-teman bisa memberikan sebuah bantuan hidup dasar, supaya mengurangi risiko kejadian yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Menurutnya, edukasi dan pelatihan bantuan hidup dasar, dirasa sangat urjen. Apalagi, olahraga sepeda sekarang ini telah menjadi hobi disebagian masyarakat. Namun, maraknya kegiatan tersebut belum dibarengi dengan edukasi bantuan hidup dasar.

Contoh yang paling sering terjadi, adanya insiden kematian mendadak pada olahragawan. Karena ketika sebuah insiden henti jantung terjadi, masih banyak orang yang tidak tahu harus melakukan tindakan apa.

“Karena memang pengetahuan tentang ini masih sedikit diketahui, makanya dengan ikut kegiatan ini, kita bisa melakukannya bantuan hidup dasar secara cepat, kita bisa menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung,” kata dia.

Yusra menjelaskan, olahraga memang menyehatkan tetapi bagi orang-orang yang tidak pernah memeriksa kesehatan kemudian melakukan suatu olahraga yang terlalu berlebihan, hal ini belum tentu baik untuk tubuhnya.

Hal ini bisa menyebabkan henti jantung secara mendadak dan tidak terduga akibat hilangnya fungsi jantung secara mendadak.

“Inilah pentingnya, sebelum olahraga itu, kita harus mengenali diri kita sendiri, makanya perlu medical check up,” tandas Yusra.

Yanto, salah satu pegiat sepeda di Mataram, mengapresiasi digelarnya kegiatan tersebut. Menurutnya, gagasan edukasi dan pelatihan bantuan hidup dasar adalah ide yang sangat bagus.

“Banyak kejadian teman-teman biker, yang tiba-tiba collaps, dan orang-orang disekelilingnya nggak tahu cara nanganinnya, mungkin ada yang berusaha bantu, malah hasilnya jadi fatal,” terangnya.

Kegiatan ini menurutnya, sebagai bentuk pencegahan, bagi pesepada yang menemukan kejadian henti jantung selama berolahraga, bisa menyelamatkan nyawanya. “Dengan pengetahuan yang kita dapatkan, bisa menyelamatkan nyawa,” tandasnya. (yun/r10) Editor : Baiq Farida
#serangan jantung #Kesehatan Jantung #PERKI NTB