Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Obat Sirup Dilarang, Dikes NTB: Coba Teknik Ini saat Anak Demam

Rury Anjas Andita • Jumat, 21 Oktober 2022 | 12:00 WIB
dr H Lalu Hamzi Fikri. (DIDIT/LOMBOK POST)
dr H Lalu Hamzi Fikri. (DIDIT/LOMBOK POST)
MATARAM-Hingga Kamis (20/10), kasus gangguan ginjal akut pada anak belum terdeteksi di Provinsi NTB. Namun, Dinas Kesehatan (Dikes) NTB tetap mengimbau para orang tua untuk lebih berhati-hati.

”Kasus di daerah lain sudah ada. Di NTB waspada, namun tetap tenang juga,” kata Kepala Dikes NTB dr Lalu Hamzi Fikri.

Fikri mengatakan, penyebab gagal ginjal akut pada anak masih diteliti dan ditelusuri Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Apakah berasal dari Etilen Glikol dan Djetilen Glikol atau ada faktor risiko lainnya.

”Disebut misterius karena penyebabnya belum diketahui. Sedang dicari sebabnya,” ujarnya.

Karena masih misterius, Kemenkes telah mengeluarkan imbauan kepada tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, apotek, hingga toko obat. Seluruhnya diminta untuk tidak memberikan obat-obatan dalam bentuk sirup. Hingga hasil investigasi dari BPOM dan Kemenkes keluar.

Orang tua yang memiliki anak juga diimbau untuk waspada. Jika anak menunjukkan gejala gagal ginjal akut, seperti penurunan jumlah dan frekuensi buang air kecil atau bahkan tidak ada selama 12 jam, Fikri menyarankan agar langsung dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

”Walaupun tanpa demam, batuk, pilek, diare, mual dan muntah bawa segera ke fasyankes. Terutama bagi anak usia kurang dari 6 tahun,” imbau Fikri.

Lebih lanjut, terhadap penggunaan obat-obatan, orang tua diminta tidak memberikan anaknya mengkonsumsi obat sirup secara bebas. ”Harus melalui saran atau resep dari dokter,” ujarnya.

Kata Fikri, untuk sementara perawatan anak sakit mengedepankan metode nonfarmakologis alias tanpa obat-obatan. Misalnya, dengan menggunakan kompres air hangat untuk menurunkan demam. Selama perawatan harus dipastikan kebutuhan cairan anak agar terus terpenuhi.

”Kalau memang sangat dibutuhkan obat, gunakan tablet atau kapsul. Tapi ini harus konsultasi dokter dan apoteker atau tenaga kesehatan lain,” katanya.

Obat yang dikonsumsi harus terdaftar resmi. Orang tua wajib memperhatikan izin edar dan diperoleh dari sumber resmi. Perhatikan juga aturan pakai. ”Detail-detail kecil ini perlu diperhatikan. Bersama-sama kita hindari munculnya kasus gagal ginjal akut di NTB,” tandas Fikri. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#BPOM #dikes ntb #Obat Sirup #Gagal Ginjal Akut