”Kami sudah menyamakan persepsi untuk berjuang bersama menjalankan pengamanan demi suksesnya event WSBK,” kata Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto usai melakukan tactical floor game (TFG) bersama TNI dan Forkopimda di gedung Sasana Dharma Polda NTB, Rabu (2/11).
Pengamanan akan dimaksimalkan mulai dari pintu masuk Pulau Lombok. Ada lima pintu masuk bagi penonton dari luar Pulau Lombok. Di antaranya, Bandara International Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Pelabuhan Lembar dan Gili Mas di Lombok Barat, Pelabuhan Bangsal di Lombok Utara, dan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur. “Semua pengamanannya akan dimaksimalkan,” tandas kapolda.
Sementara, jumlah personel yang akan diturunkan akan dilihat dari estimasi jumlah penonton. Yang pasti, Polda NTB dan jajaran TNI sudah siap mengamankan event balap motor dunia itu. “Koordinasi dengan semua pihak sudah diperkuat. Tinggal proses pelaksanaannya saja,” ujarnya.
Pengamanan akan dilakukan selama satu minggu. Mulai dari prapelaksanaan, saat pelaksanaan, sampai seluruh kru dan pembalap kembali dengan aman. ”Kalau prapengamanan sudah dilakukan dari pengamanan kedatangan logistik. Begitu juga nanti saat mereka selesai balapan,” katanya.
Menurutnya, pengamanan tidak akan bisa sukses tanpa bantuan campur tangan masyarakat. Jenderal bintang dua itu mengimbau ke masyarakat untuk turut membantu menyukseskan event ini. ”Mari sama-sama kita sukseskan event ini,” imbaunya.
Karo Ops Polda NTB Kombespol Abu Bakar Tertusi menambahkan, sistem pengamanan sudah matang. Selain memberikan pengamanan juga memberikan pelayanan kepada para penonton. “Ada dua shuttle bus yang akan disiapkan,” kata Abu Bakar.
Pelayanan shuttle bus hanya ada di dua tempat. Yakni di eks Bandara Selaparang dan BIZAM. Terkait dengan jumlah shuttle bus yang tersedia di dua titik tersebut, Abu Bakar mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu kepastian dari Dinas Perhubungan. “Informasi berapa (shuttle bus) yang disediakan akan menyesuaikan dengan jumlah tiket yang terjual,” ujarnya.
Sementara untuk tiga titik lainnya, yakni di Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Bangsal, dan Pelabuhan Kayangan, Abu Bakar memastikan hanya ada pengamanan secara terpadu. “Hanya ada pengamanan saja, tidak disediakan shuttle bus,” katanya.
Latihan praoperasi dan TFG pengamanan WSBK 2022 ini merupakan upaya akhir dari kepolisian mengajak seluruh elemen terkait untuk melihat kemampuan personel di lapangan dalam menyatukan persepsi pengamanan. ”Seluruh persoalan masuk dalam pembahasan, seperti pengamanan di lima pintu masuk Pulau Lombok, rekayasa lalu lintas, ketersediaan angkutan umum, sampai pada pengamanan saat pelaksanaan WSBK,” bebernya.
Berlakukan Scan Barcode PeduliLindungi
Penerapan scan barcode melalui aplikasi PeduliLindungi untuk mencegah penyebaran Covid-19 tetap berlaku di ajang WSBK 2022. “MGPA (Mandalika Grand Prix Association) memastikan di setiap gate (pintu masuk) akan ada pengecekan melalui aplikasi PeduliLindungi," kata Abu Bakar.
Selain itu, di setiap pintu masuk akan ada pemeriksaan barang bawaan para penonton. Ini untuk mencegah barang-barang terlarang seperti senjata tajam maupun narkoba masuk. Pihak panitia pelaksana juga ikut mengawasi barang-barang yang dilarang masuk ke dalam sirkuit, seperti botol minuman dan payung. “Jadi, pengawasan di pintu masuk masih sama seperti pelaksanaan sebelumnya,” terangnya.
MGPA sebagai pelaksana menyiapkan tiga pintu masuk penonton ke Sirkuit Mandalika. MGPA juga telah mengubah nama pintu masuk tersebut.
”Gate dengan warna merah yang berada di areal depan Sirkuit Mandalika dinamakan Pertamina. Kemudian, untuk gate dua warna biru di areal belakang sirkuit yang berdekatan dengan pesisir pantai dinamakan Pertamax. Untuk gate tiga warna hijau yang dekat dengan Hotel Pullman, namanya sekarang Enduro,” bebernya.
Terkait dengan akses penonton untuk bisa masuk areal Sirkuit Mandalika melalui tiga pintu masuk tersebut sudah diatur berbeda. Akses masuk melalui gate satu, dua, dan tiga, sudah dibagi.
“Untuk yang masuk ke gate satu dan dua, itu harus lewat jalur bypass (BIZAM-Mandalika). Kalau gate tiga itu jalur lama, lewat bundaran Mong, Masjid Nurul Bilad,” ucapnya.
Kemudian untuk penonton yang menuju gate satu dan dua melalui jalur bypass, mereka akan dibagi lagi setibanya di bundaran Sunggung. “Untuk gate dua itu jalur yang sekalian bisa untuk nonton festival musik. Areal pesisir pantai itu. Untuk gate satu, tetap jalur depan,” jelasnya.
”Kita minimalisir setiap konsekuensi persoalan yang ada. Termasuk dari segi kemacetan yang kami pikirkan,” tutupnya. (arl/r1) Editor : Administrator